Wednesday, 24 April 2019

Kejanggalan dalam Pemilihan Rektor UIN Jakarta

Kejanggalan dalam Pemilihan Rektor UIN Jakarta

Mahfud MD Ungkap Kejanggalan Pemilihan Rektor UIN Jakarta

Jakarta, Swamedium.com — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkap kejanggalan dalam pemilihan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023. Kejanggalan lain juga diungkap, di antaranya pemilihan rektor UIN Makassar dan Ketua STAIN Meulaboh.

Dia menyinggung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin karena tidak melantik sosok yang memenangkan pemilihan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023, Andi M. Faisal Bakti.

“Tahun lalu dia [Andi] ikut pemilihan lagi, menang lagi, tidak dilantik lagi [di] UIN Ciputat,” kata Mahfud saat berbicara dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan langsung TV One, Selasa (20/3).

Menurut Mahfud, Andi merupakan sosok yang telah dua kali memenangkan proses pemilihan rektor, namun tidak dilantik oleh Lukman. Sebelum menang pemilihan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kata Mahfud, Andi juga tidak dilantik oleh Lukman saat memenangkan pemilihan rektor UIN Alauddin Makassar pada 2014.

Mahfud berkata, Andi tak dilantik sebagai rektor UIN Alauddin Makassar setelah Kemenag membuat aturan yang mensyaratkan rektor UIN setempat wajib tinggal minimal selama enam bulan sebelum menempati jabatan tersebut.

Andi sempat menggugat ke pengadilan dan menang. Putusan pengadilan memerintahkan Lukman melantiknya sebagai rektor. Namun Lukman tetap tidak melantik Andi dan memilih melantik sosok lainnya sebagai rektor UIN Alauddin.

“Saya ajak ke pengadilan, saya bantu, menang di pengadilan [dan] inkrah. Perintah pengadilan harus dilantik. Tapi tidak juga, diangkat rektor lain,” kata Mahfud.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dia terima, Andi pernah didatangi seseorang dan diminta uang sebesar Rp5 miliar bila ingin menduduki jabatan rektor.

Mahfud juga membeberkan kejanggalan dalam pergantian Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, mutasi Muhammad Lutfi Hamid sebagai Kakanwil Kemenag DIY janggal karena dilakukan saat Luthfi baru memangku jabatan tersebut selama 1 tahun 4 bulan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)