Wednesday, 24 April 2019

(Maaf) Saya Mau Pilih Pak Prabowo Saja

(Maaf) Saya Mau Pilih Pak Prabowo Saja

Capres nomor urut 02, Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto.

Oleh: Ricky Tamba, SE*

Jakarta, Swamedium.com — Kalau cuma punya presiden seperti Donald Trump di USA, yang bangun tembok perbatasan dan kerahkan pasukan bersenjata untuk blokir imigran gelap Meksiko serta negara lainnya, buat rakyat Indonesia gak pernah dianggap hebat. Di sini, cukup dengan pasal karet UU ITE sudah bisa untuk mencyduk serta meredam para tokoh, ulama dan aktivis yang kritis terhadap penguasa dan penyanjungnya.

Kalau cuma nyatakan perang dagang dengan Tiongkok untuk lindungi kepentingan nasional warga USA dan industrinya, itu gaya diplomasi internasional yang sudah lama diterapkan oleh Bung Karno dan Pak Harto. Di sini, semangat rakyat selalu dipacu agar kerja keras hidupi keluarganya. Mulai dari menanam cabai di halaman saat harga meroket, makan keong ketika harga daging tinggi, ternak kalajengking karena racunnya mahal di pasaran untuk nafkahi anak istri, hingga saran untuk bongkar sawit yang murah dan tanam durian untuk suplai ke Tiongkok. Inovatif kan….

Kalau di Eropa dan Jepang seorang pemimpin nyatakan mundur ketika baru terjerat dugaan korupsi, itu mah cemen gak banggetz buat kami, penikmat reality show di Indonesia. Di sini, sudah pakai jaket oranye KPK saja masih bisa cengar-cengir berkacamata hitam di depan televisi, dan melontarkan pernyataan cetar membahana bahwa dirinya dijebak. Bahkan, merevisi doa dan pernyataan kenegaraan itu hal lumrah, rakyat dianggap mahfum. Isuk tempe sore dele. Warbiyasa!

Kalau di Afrika Selatan dilangsungkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menghapuskan politik apartheid dan menghilangkan trauma segregasi antar ras, pola itu pasti gak pas diterapkan di Indonesia. Di sini, persoalan HAM masa lalu, terus dikelola menjadi adegan teater menarik lima tahunan untuk menarik suara, mulai dari peristiwa 1965 hingga kasus orang hilang. Padahal, tiap pemilu pasti ada saja calon presiden yang berjanji akan menuntaskan, tapi ujungnya hanya jadi dagelan menjengkelkan, tak jelas akhirnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)