Monday, 17 June 2019

Keliru, Menyamakan Hoax seperti Teror

Keliru, Menyamakan Hoax seperti Teror

Foto: Ilustrasi hoax. (ust)

Oleh: Darmansyah*

Jakarta, Swamedium.com — Saya menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, soal pembuat dan penyebar berita bohong atau hoax akan dijerat UU Terorisme tidak tepat. Dan keliru apabila menyamakan hoax seperti teror.

Menurut saya, hoax tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk teror. Sebab hoax lebih ke soal informasi tidak benar alias bohong. Sementara teror sebagai bentuk ancaman.

Definisi terorisme tercantum di Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Terorisme adalah perbuatan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Saya menegaskan, hoax memang dapat membuat resah. Namun tidak sampai membuat masyarakat merasa ketakutan lantaran informasi hoax atau bohong tersebut.

Pemahaman saya, hoax beda seperti teror. Kalau teror itu pengancaman. Meneror sama dengan mengancam. Pembuat dan penyebar hoax hanya berbohong. Bukan meneror.

Saya menyetujui apabila pemerintahan Jokowi saat ini dan pemerintahan selanjutnya memberlakukan UU ITE untuk mempidanakan bagi para pelaku pembuat dan penyebar hoax.

Dan saya mengakui perbuatan bohong tentu merugikan korbannya. Tetapi tidak sampai mengancam psikologi korbannya karena hoax.

Oleh karena itu, saya kurang setuju apabila pelaku hoax disamakan dengan pelaku teror. Apalagi disamakan dengan terorisme yang dapat menimbulkan ketakutan masyarakat.

Pelaku hoax dengan pelaku teror tidak sama. Pembuat dan penyebar hoax hanya menyampaikan informasi atau berita bohong. Itupun tergantung cara masyarakat menyikapi soal hoax itu. Langsung percaya saja atau tidak. Kalau pelaku teror, perbuatannya jelas-jelas mengancam. Misal seperti teror bom.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)