Minggu, 25 Oktober 2020

Ketika Para Penjaga Moral Berubah Menjadi Amoral

Ketika Para Penjaga Moral Berubah Menjadi Amoral

Ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim disegel KPK. Foto: Dok. Istimewa

Oleh: Pradipa Yoedhanegara*

Jakarta, Swamedium.com — Ramai para pejabat pendukung rezim jokowi menjelang kampanye pilpres seperti saat ini bicara tentang moralitas dihadapan publik, begitu juga para tokoh pendukung rezim yang bicara tentang moral dan moralitas, tapi sayang pembicaraan tentang moral hanya sebatas wacana diruang publik, namun sangat minim dalam implementasinya di lapangan maupun dalam keseharian mereka.

Moralitas adalah sesuatu yang begitu sakral dan harusnya dapat di jaga oleh para pejabat publik pemegang mandat maupun para tokoh agama sebagai penjaga moral baik secara aqidah maupun konstitusi. Hari ini setidaknya ada dua institusi penjaga moral bangsa saat ini sedang menghadapi masalah; yaitu “Krisis Moral”, Kementrian Agama Republik Indonesia serta Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Di Kementrian Agama RI, saat ini publik terenyuh begitu kementrian tersebut tersandung kasus jual-beli jabatan terkait ott kpk terhadap ketum ppp, yang akhirnya membuat kementrian agama yang notabene sebagai kementrian yang sangat sakral tersandung masalah. Kenapa saya sebut sakral, karena Agama di negeri ini adalah sesuatu yang paling sakral/suci, malah justru kementrian tersebut dinodai kesuciannya dan membuat kementrian tersebut menjadi sesuatu yang tidak sakral lagi.

Yang kedua Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang seharusnya menjadi institusi yang mengayomi masyarakat dan bersikap netral dalam pemilu, ternyata malah menampakan diri seperti menjadi partisan atau timses kandidat capres incumbent atau petahana. Padahal undang-undang sudah mensyaratkan agar institusi tersebut netral, hanya saja syahwat politik untuk berkuasa oknum petinggi di institusi tersebut, akhirnya menyeret institusi yang kita cintai ini berubah menjadi sangat tidak profesional.

Polri sebagai pemegang kitab suci konstitusi yang namanya KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) dan KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana), jelas institusi tersebut bisa dibilang sebagai penjaga moralitas maupun norma didalam masyarakat. Begitu juga kemenag yang di situ menjadi penjaga moral dari ajaran agama yang sangat suci karena terkait sakralitas kitab suci para pemeluk agama di dalamnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.