Thursday, 20 June 2019

Selisih Elektabilitas Terpangkas, Ganti Presiden Makin Mendekati Realitas

Selisih Elektabilitas Terpangkas, Ganti Presiden Makin Mendekati Realitas

Jakarta, Swamedium.com — Persaingan antara Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) dengan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno (Prabowo – Sandi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 makin ketat. Bahkan, selisih elektabilitas antara dua pasangan calon (paslon) itu menipis.

Survei terbaru Litbang Kompas memperlihatkan selisih elektabilitas antara Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi hanya 11,8 persen. Namun, elektabilitas Jokowi – Ma’ruf sudah di bawah 50 persen, atau persisnya 49,2 persen.

Di sisi lain elektabilitas Prabowo – Sandi di anka 37,4 persen. Namun, ada tren peningkatan elektabilitas Prabowo – Sandi seiring penurunan tingkat keterpilihan Jokowi – Ma’ruf.

Survei itu membuat politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi makin yakin jagonya bakal memenangi Pilpres 2019. Menurutnya, survei Litbang Kompas menjadi sinyal positif bagi Prabowo – Sandi, sekaligus warning bagi Jokowi – Ma’ruf.

“Hari ini (Jokowi – Ma’ruf) tercatat di bawah 50 persen,dan memiliki tren elektabilitas terus menurun. Ini jelas angka yang membahayakan bagi petahana,” ujar Ferdinand seperti diberitakan JawaPos.Com, Rabu (20/3).

Ferdinand menambahkan, dalam survei Litbang Kompas ada undecided voters 13,4 persen. Angka itu lebih besar dari selisih elektabilitas Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi.

“Jadi responden yang belum memilih masih sangat besar tentu jadi peluang Prabowo masih sangat besar,” tuturnya. “Ini tanda sinyal darurat bagi Jokowi, karena pada 17 April nanti Indonesia punya presiden baru‎,” katanya.

Terpisah, politikus Golkar Ace Hasan Syadzily yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf menyatakan, ada penurunan tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan saat ini. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi yang pada Oktober 2018 masih di angka 71 persen, belakangan turun menjadi 58 persen.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)