Friday, 19 July 2019

Tragedi Islamophobia di Selandia Baru

Tragedi Islamophobia di Selandia Baru

Maulana Ihtisham ul Haq Thanvi mengumandangkan ayat suci Al Quran pada rapat pertama Parlemen Selandia Baru pascaserangan teroris di dua Masjid di Christchurch, Wellington

Jogjakarta, Swamedium.com — Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara muslim di New Zealand, pada 16 Maret 2019 lalu, telah mengguncang kesadaran iman serta jiwa kemanusiaan kita. Bukan kematian 49 orang muslim itu yang membuat kita berduka. Karena semua manusia akan mati. Tapi penyebab kematiannya yang membuat hati kita pilu. Mereka dibantai oleh seorang teroris kafir bernama Brenton Tarrant, dengan berondongan peluru saat mereka sedang beribadah jelang shalat Jumat di dalam masjid. Tanpa kesalahan, dan tanpa perlawanan.
Mereka dibantai karena dendam SARA terhadap imigran muslim dan Islamophobia. Semoga mereka semua Husnul khatimah, sebagai syuhada.

Majelis Mujahidin mengutuk kebiadaban pelakunya yang melebihi iblis laknatullah. Ini pelajaran berharga, bahwa kebencian terhadap Islam dan kaum muslim masih subur di negeri-negeri demokrasi barat. Umat Islam hendaknya senantiasa waspada di manapun mereka berada. Bukan mustahil tragedi Islamophobia ini akan terjadi lagi. Dengan ini, kita mengingatkan, jangan lagi ada orang Islam yang membela orang kafir dengan cara mengorbankan keyakinan umat Islam.

Semoga tragedi kemanusiaan akibat kebencian pada etnis dan agama Islam ini, tidak terjadi di negeri kita yang kini dibanjiri imigran asing, terutama China.

Majelis Mujahidin menuntut pemerintah New Zealand, agar menghukum pelaku pembantaian ini dan berlaku adil terhadap minoritas muslim. Semoga Allah menolong orang yang benar dan menghancurkan orang yang zalim.

Jogjakarta 16 Maret 2019
*Irfan S. Awwas*
Majelis Mujahidin Indonesia

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)