Minggu, 25 Oktober 2020

Usai Diciduk Densus 88, Warga Klaten & Makassar Meninggal Dunia

Usai Diciduk Densus 88, Warga Klaten & Makassar Meninggal Dunia

Foto: Ilustrasi. (ist)

Klaten, Swamedium.com — Kejadian yang menimpa Siyono warga Klaten, Jawa Tengah (Jateng) dan Muh. Jefri warga Indramayu, Jawa Barat (Jabar) yang meninggal dunia seusai diciduk dan diperiksa Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali terjadi dan dialami oleh dua (2) warga negara Indonesia (WNI) lainnya.

Warga Klaten berinisial YW alias Khodijah (34 tahun) dan warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial AH alias Abu Abdullah meninggal dunia hanya berselang beberapa hari setelah diciduk pasukan Polri berlogo Burung Hantu itu.

Untuk warga Klaten berinisial YW, Densus 88 menciduknya di Dusun Desan Wetan, Desa Joton, Jogonalan, Klaten pada Kamis, 14 Maret 2019 lalu. YM meninggal dunia hanya 4 hari setelah diciduk dan diperiksa Densus 88. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang-orang yang diciduk Densus 88 pasti mengalami kekerasan saat diciduk dan penyiksaan saat diinterogasi.

Kabar kematian YW tersebut disampaikan oleh Ketua RW 2, Dusun Desan Wetan, Desa Joton, Jogonalan, Klaten, Mujiono. Dia bersama ketua RT setempat menjadi saksi yang melihat kondisi YW setelah meninggal.

“Meninggalnya Senin (18/3/2019) siang, sorenya saya bersama Pak RT diajak polisi ke Jakarta. Dulu memang sudah dikasih tahu, sewaktu-waktu akan menjadi saksi. Tapi saya tidak tahu kalau meninggal,” kata Mujiono pada Rabu (20/3/2019).

“Pemakaman dilakukan di Tanah Kusir hari Selasa (19/3/2019). Dimakamkan di sana karena khawatir kalau ditolak di sini karena diduga teroris. Padahal sebenarnya di kampung sini tidak masalah,” pungkasnya.

Mabes Polri beralasan, YW meninggal karena sakit lambung. Namun ketika ada kabar bahwa keluarga menyatakan jika YW tidak punya riwayat penyakit, beberapa selang kemudian polisi meralat statemennya. Polri menyebut jika YW diduga bunuh diri dengan mengonsumsi sesuatu yang membuat dirinya keracunan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.