Jumat, 23 Oktober 2020

Menanti Jumat Keramat Menteri Agama

Menanti Jumat Keramat Menteri Agama

Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Hari Jumat (22/3) ini akan menjadi hari yang panjang bagi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) ditangkap KPK, Lukman terus menghitung hari.

KPK sudah menggeledah ruang kerjanya dan menemukan uang ratusan juta dalam mata uang dolar dan rupiah.

KPK belum menjelaskan uang apa itu. Tapi melihat langkah KPK menyita uang tersebut, diduga ada kaitannya dengan suap jual beli jabatan yang dilakukan Romi. Selain uang tersebut, di ruang kerja Lukman KPK juga menemukan uang honorer menteri, tapi tak disita.

Jumat pekan lalu (15/3) KPK menangkap tangan Romi di Surabaya. Dia menerima suap dalam bisnis haram jual beli jabatan di Kementerian Agama. Dari Kakanwil Depag Jatim Romi menerima suap Rp 250 juta. Dari Kepala Kantor Depag Kabupaten Gresik menerima Rp 50 juta.

Dari penyelidikan KPK Romi sudah beberapa kali menerima suap dari para pemburu jabatan di Depag. Jabatan yang diperjualbelikan meliputi Kakanwil di level provinsi, Kakandep di level Kota/Kabupaten, jabatan rektor perguruan tinggi di bawah Depag, dan jabatan di kantor pusat.

Bagi para pesakitan yang berurusan dengan KPK, Jumat biasanya menjadi hari keramat. KPK sangat sering menetapkan seseorang menjadi tersangka pada hari Jumat.

Melihat alur cerita kasus Romi, dan penemuan uang ratusan juta di kantornya, sangat sulit bagi Menag Lukman Hakim untuk mengelak. Romi terlibat dalam jual beli jabatan yang menjadi kewenangan Menag.

Sebagai orang luar bagaimana mungkin Romi bisa leluasa mengatur jabatan di lingkungan Depag? Pasti ada campur tangan dan melibatkan pejabat yang berwenang. Apalagi Menag adalah anggota parpol yang dipimpin Romi. Secara organisasi Lukman adalah anak buah Romi di PPP. Dia punya pengaruh besar atas Lukman.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.