Rabu, 12 Mei 2021

Mengenang 15 Tahun Gugurnya Syaikh Ahmad Yassin

Mengenang 15 Tahun Gugurnya Syaikh Ahmad Yassin

Syeikh Ahmad Yassin

Jakarta, Swamedium.com — Hari ini 22 Maret 2019 mengingatkan kita pada peristiwa 15 tahun lalu, yaitu gugurnya salah satu Tokoh Perjuangan rakyat Palestina.

Banner Iklan Swamedium

Beliau adalah Syaikh Ahmad Isma‘il Yassin seorang Da’i, Mujahid, pendiri gerakan HAMAS, dan juga seorang Syahid -insya Allah- .

Lahir pada tahun 1936 di sebuah desa kecil di dekat Kota Ashkelon (‘Asqalân).

Tahun 1948, ketika zionis mendeklarasikan berdirinya “Israel”, beliau bersama keluarganya mengungsi ke Gaza.

Sejak saat itu beliau rajin belajar dan bekerja. Salah satu tempat Syaikh Yasin belajar adalah Universitas Ain Syams di Mesir.

Ketika berusia 16 tahun, Syeikh Yassin menderita cedera tulang belakang yang parah saat bermain dengan teman-temannya. Lehernya di plester selama 45 hari. Kerusakan saraf tulang belakang membuatnya lumpuh seumur hidup. Sejak kecelakaan itu, beliau harus menggunakan kursi roda.

Meski serba terbatas tetapi semangat beliau selalu membara.

Beliau aktif membina masyarakat dan menggalang bantuan untuk perjuangan rakyat Palestina dan keluarga para syuhada.

Selanjutnya, Syeikh Ahmad Yasin mendirikan organisasi bernama al-Mujtama’ al-Islami di Gaza. Kegiatannya dianggap berbahaya oleh rezim Zionis Israel. Beliau pun ditangkap pada tahun 1982 dan divonis 13 tahun penjara. Tiga tahun berikutnya dalam proses pertukaran tahanan, Syeikh Ahmad Yasin pun bebas.

Tahun 1987, bersama rekan-rekan seperjuangannya, beliau membentuk organisasi perjuangan Palestina dengan nama Harakah Muqawamah Islamiyah atau Gerakan Perlawanan Islami yang disingkat HAMAS.

Tahun 1989 beliau kembali di penjara oleh Zionis dan baru dibebaskan tahun 1997.

Setelah bebas beliau terus melanjutkan perjuangan bersama para pejuang lainnya.

Menurut beliau Zionis harus dilawan dengan perjuangan bersenjata, berunding dengan mereka hanyalah hal yang sia-sia.

Karena pengaruh dan kewibawaan Syaikh Ahmad Yasin yang selalu didengar ucapannya oleh rakyat Palestina, maka Zionis berusaha menghabisi beliau, seorang Kakek renta yang hanya berkusi roda.

Ba’da subuh hari senin tanggal 22 Maret 2004, Zionis melepaskan tiga buah roket dari pesawat Apache, untuk menghantam tubuhnya yang mulia.

Maka Syaikh Ahmad Yasin pun gugur usai melaksanakan sholat subuh berjamaah dan dalam kondisi berpuasa.

Darahnya yang membasahi bumi Palestina akan menjadi saksi dan menyuburkan Bumi Syuhada.

Menjadi Ispirasi dan teladan bagi generasi setelahnya.

Semoga Allah merahmati beliau, menerima dakwah dan jihadnya, dan menempatkan beliau dalam keabadian surga-Nya.

Allahumma Amin.

Sudut Ibukota, 15 Rajab 1440 H
Pecinta Ilmu dan Ulama

غفر الله له ولوالديه ولمشايخه ولجميع المسلمين

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita