Wednesday, 24 April 2019

Era ‘Media Darling’ Petahana Telah Usai

Era ‘Media Darling’ Petahana Telah Usai

Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Rilis hasil survei Litbang Kompas, menjadi penanda berakhirnya ‘era media darling’ Jokowi. Hubungan Jokowi dan media, bukan lagi hubungan pasangan yang sedang kasmaran, bukan lagi hubungan dua insan memadu kasih, bukan pula hubungan pasangan pengantin yang sedang berbulan madu. Hubungan Jokowi dengan media, sedang menuju perceraian sempurna.

Bagi sebagian kalangan, rilis survei Litbang Kompas adalah penanda Jokowi telah di talak tiga oleh media. Sementara, sebagian yang lain beranggapan statusnya masih talak satu, masih mungkin rujuk kembali.

Jika ditelisik redaksi talak tiga kompas (meskipun ada yang menghukumi masih talak satu) yang dirilis Litbang Kompas, itu substansinya pada dua hal :

Pertama, kompas secara progresif berani mengabarkan posisi elektabilitas Jokowi dibawah 50 %, tepatnya 49,2 %. Angka ini adalah angka horor bagi petahana. Umumnya, petahana itu aman jika tingkat elektabilitasnya di kisaran 60 %, atau paling tidak diatas 50 %.

Karena Pilpres dua pasangan, maka angka aman itu diatas 50 %. Angka 49,2 % betapapun hanya terpaut 0,8 % dari 50 % itu sangat berpengaruh signifikan. Sebab, memiliki angka 50 % belum cukup untuk memenangkan kompetisi, harus menang diatas angka lawan secara signifikan dengan sebaran suara representasi secara nasional.

Jelas angka 49,2 % itu angka horor bagi petahana. Dan ini, merupakan ungkapan talak dari kompas. Pada kondisi elektabilitas petahana sedang genting, seharusnya angka ini di kotak-kan. Kompas tidak akan dituntut publik karena tidak merilis survei. Survei itu bisa saja cukup diketahui kompas, atau cukup dijadikan rujukan petahana.

Tetapi kompas, tidak melakukan hal itu. Kompas mengedarkannya, mempublikasikannya, dan sontak saja angka-angka ini menyebabkan petahana meradang. Jelas, kompas sedang menjatuhkan talak kepada petahana. Kompas, tentu memilih untuk mempertahankan bisnis dan menjaga reputasi, ketimbang berjibaku mengutarakan cinta buta kepada petahana.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)