Sabtu, 17 Oktober 2020

Raja Mandailing Angkat Bicara soal Ucapan ‘Batak Mandailing’ Jokowi

Raja Mandailing Angkat Bicara soal Ucapan ‘Batak Mandailing’ Jokowi

Raja Onggara Lubis

Panyabungan, Swamedium.com — Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi.

Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak.

Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) lalu menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailing” oleh Presiden Jokowi di facebook yang berimbas munculnya protes dari warga Mandailing.

“Mandailing itu sebenarnya adalah sebuah bangsa. Bukan suku,” katanya.

Dalam sejarahnya, Mandailing berpopulasi berdasarkan berkumpulnya kelompok-kelompok masyarakat yang membuka pemukiman-pemukiman.

Kelompok-kelompok masyarakat ini membentuk identitas mereka berdasar marga yang lama kelamaan menjelma menjadi kerajaan-kerajaan.

Mandailing juga bukan kerajaan, sebab tanah Mandailing memiliki banyak raja.

Orang Mandailing terlebih dahulu memiliki peradaban yang sangat tinggi, dibuktikan dengan banyaknya situs-situs sejak sebelum masehi hingga masehi. Termasuk sebaran candi era Hindu-Budha klasik.

Alat musik seperti Gordang Sambilan juga menunjukkan tingginya peradaban Mandailing sejak masa lampau. Gordang Sambilan merupakan alat musik jenis perkusi yang langka di dunia, perkusi sejenis hanya ditemukan di Afrika.

Menurut Onggara, berdasar sejarah marga Lubis berasal dari Bugis.

“Kita punya bukti kalau buku-buku Hadatuan (buku yang berisi keterangan pengobatan tradisional kita itu memakai huruf atau tulisan orang Bugis. Sehingga kita sama sekali tak berhubungan Batak Toba,” katanya.

Sumber: Mandailingonline

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.