Sabtu, 24 Oktober 2020

Tips untuk Petahana yang Lagi Marah

Tips untuk Petahana yang Lagi Marah

Ilustrasi (ist)

*TIPS UNTUK PETAHANA YANG LAGI MARAH*

Jakarta, Swamedium.com — Orang marah biasanya karena sudah terdesak keadaan. Bagi yang pernah nonton film tentang Hitler, “Down Fall”, pasti ingat bagaimana pemimpin Nazi Jerman itu ngamuk kepada stafnya di dalam sebuah bungker.

Hitler murka kepada jenderal-jenderalnya karena dianggap penakut sehingga pasukan Jerman terdesak hingga Berlin. Beberapa hari setelah ngamuk-ngamuk, Hitler memutuskan bunuh diri. Pemimpin tertinggi pasukan Jerman memutuskan menyerah tanpa syarat kapada Soviet dan Sekutu.

Nah baru-baru ini Jokowi “ngamuk” saat pidato di hadapan pendukungnya di Jogyakarta (Sabtu 23 Maret 2019 – hanya 4 minggu menjelang hari pencoblosan Pilpres). “Saya sebetulnya sudah diam 4,5 tahun, difitnah-fitnah saya diam, dihujat saya diam. Tetapi hari ini di Yogya saya sampaikan, saya akan lawan! Ingat sekali lagi, akan saya lawan!” katanya denga wajah kusut. Bahkan nampak hampir menangis seperti anak kecil.

Video Jokowi ngamuk ini langsung viral dan justru jadi bahan diskusi masyarakat luas. Kita akan segera lihat dampaknya pada 17 April nanti.

Saat marah, semua orang cenderung melakukan apapun semaunya sendiri dan tidak memikirkan dampak yang terjadi dalam tindakan marahnya. Konyolnya, Jokowi menunjukan kemarahan di depan pendukungnya sendiri. Bagi Jokowi, pilpres 2019 adalah perang total. Siapa pun yang menjadi bagian dari pasukan Jokowi pasti bingung, mau perang total kok marah-marah? Pendukungnya jadi kecut sendiri, demoralisasi, jadi ragu berperang.

Pelatih sepak bola yang marah-marah di pinggir lapangan, biasanya karena sudah tahu kesebelasan bakal kalah. Petinju yang tidak sabaran, pasti marah kalau musuhnya defensif. Akhirnya kalap menggigit kuping lawan, seperti Mike Tyson.

Seorang pemimpin kalap, pasti melakukan banyak kesalahan sendiri (blunder). Hitler dulu kalap karena terkepung musuh. Garnisun Berlin yang sedang menyiapkan jebakan perang kota kepada musuh, malah dimarah-marahin. Kenapa gak menyerang total. Hitler yang sok ahli strategi perang, akhirnya kalah karena tidak bisa menahan marah.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.