Minggu, 25 Oktober 2020

Detik-detik Petahana Melawan Kekalahan

Detik-detik Petahana Melawan Kekalahan

Kampanye Jokowi di Jember yang sepi peminat.

Jakarta, Swamedium.com — KINILAH saat tepat bagi publik menghitung detik-detik kekalahan calon presiden Joko Widodo. Detik pertama bisa dimulai dari pengumuman hasil survei Litbang Kompas yang mengungkap elektabilitas sang petahana sudah berada di bawah 50%. Lalu, disusul keluarnya telegram Kapolri, Tito Karnavian, untuk menarik pasukannya berada di tengah. Selanjutnya, Kapolri pun menghentikan sementara acara Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019.

Agar menemukan benang merahnya, hubungan antara satu perisiwa dengan peristiwa yang lain itu, mari kita kupas satu per satu kejadian-kejadian tersebut.

Survei Litbang Kompas boleh jadi hanya menjadi pemicu saja. Saat Kapolri menarik pasukannya ke tengah, netral dalam pemilu, tentu sang Jenderal memiliki hitung-hitungan yang matang. Jangan berpikir bahwa tindakan ini tidak berisiko bagi jabatan Jenderal Tito. Akibat telegramnya itu, orang yang paling dirugikan adalah Jokowi, presiden yang mengangkatnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini, tindakan aparat Polri di seluruh daerah cenderung menjadi alat untuk memenangkan kembali sang petahana. Polri tidak netral. Contoh peristiwa ketidaknetralan polisi sudah cukup terang benderang sehingga tidak perlulah dijembreng-jembreng lagi dalam tulisan ini. Secara kasat mata publik sudah merasakan.

Polisi mesti netral. Itu wajib. Sudah seharusnya. Aneh, jika kenetralan anggota Polri itu masih butuh telegram Kapolri segala. Netralitas Polri tercantum dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri. Pada pasal 28 disebutkan Polri bersikap netral dalam kehidupan poltik dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis.

Hanya saja, telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian tertanggal 18 Maret 2019 mengatur lebih detail. Ada 14 poin larangan yang ditekankan dalam telegram itu. Inti dari 14 larangan itu adalah polisi tidak boleh terlibat dukung mendukung dalam bentuk apa pun kepada capres, cawapres, dan caleg.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.