Senin, 26 Oktober 2020

Ajakan Radikal Dari Dia

Ajakan Radikal Dari Dia

Jakarta, Swamedium.com — Ada Pilkada DKI, ada ajakan untuk pendukung ahok agar gunakan baju kotak-kotak ke TPS. Saat itu di lakukan, apa yang terjadi…?

Ada intimidasi di lokasi TPS yang di lakukan oleh oknum pendukung ahok. Arogansi pada petugas TPS dan juga pengamanannya.

Saat keseragaman pakaian di jadikan simbol dalam kedatangan ke TPS, pastinya akan membuat TPS tsb sudah terkotak-kotak sebelum pencoblosan di lakukan. Asas LUBER yang di bawa oleh Pemilu sudah tidak berlaku lagi ketika sebuah pakaian mengintimidasi lokasi pencoblosan.

Lembaga survey, di larang melakukan quick count sebelum penghitungan berakhir. Mengapa di larang? Karena apa yang mereka lakukan adalah bentuk intimidasi informasi pada masyarakat.

Metode yang mereka lakukan adalah tanya jawab pada warga yang telah mencoblos atas pilihan yang mereka pilih. Saat sudah mendapatkan data, mereka kirimkan data ke pusat server mereka dan server langsung menghitung dan publikasikan ke masyarakat. Saat masyarakat mengetahui siapa yang tertinggi dan terendah berdasarkan hasil hitungan semu itu, disitulah intimidasi terjadi.

Masyarakat yang merasa di untungkan akan menyebarkan pada kelompoknya dan segera merapat dan tinggikan suara jagoan mereka karena hasil sementara mereka unggul, demikian juga dengan masyarakat yang merasa jagoannya tertinggal. Terjadi peperangan emosi saat pencoblosan dan terjadi suasana panas yang bisa berujung pada keributan di lokasi pencoblosan.

Itu sebabnya hitungan quick count sebelum penghitungan suara di larang oleh KPU.

Gak ada bedanya dengan himbauan memakai baju putih yang di tuliskan dengan atas nama Jokowi ini. Saat ada kelompok yang gunakan baju putih di sekitar TPS, secara tidak langsung keberadaan mereka meng-intimidasi rakyat yang tidak menggunakan baju putih. Dan bisa jadi mempengaruhi pilihan mereka di bilik suara nantinya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.