Minggu, 25 Oktober 2020

Membaca Manuver Klinis KPK

Membaca Manuver Klinis KPK

Baliho raksasa di Gedung KPK

Jakarta, Swamedium.com — Tidak begitu aneh. Tapi, sangat provakatif dalam pengertian positif. Itulah spanduk besar yang menjuntai di dinding markas KPK di bilangan Kuningan, Jakarta.

Spanduk itu berbunyi, “Pilih yang Jujur”. Ukurannya sangat besar. Paling tidak 20×20 meter.

Pesan singkat ini sangat transparan dalam makna. Lugas dalam interpretasi. Presisi dalam bidik. Lantang dalam pekik.

Inilah, mungkin, manual atau panduan memilih yang paling singkat di dunia.

Tapi, siapakah gerangan “yang jujur” itu? Dan, kebalikannya, siapa pula “yang tak jujur”?

Dalam konteks pilpres dan pileg yang sedang berprolog selama lima bulan ini, predikat “yang jujur” menurut KPK itu sangat jelas. Tidak ambiguitas. Sebab, ketika slogan “Pilih yang Jujur” itu dibuat dan disosialisasikan, otomatis akan ada slogan lain yang sifatnya kausalitas dan komplementer. Yaitu, “Jangan Pilih yang Tak Jujur”.

Nah, di sinilah letak kecerdasan KPK. Mereka tidak menggunakan slogan “Jangan Pilih yang Tak Jujur” itu, bukan hanya karena kalimatnya panjang. Tetapi ada aspek lain yang sifatnya politis. Dalam arti bahwa KPK sedang melakukan operasi klinis dengan pasien “orang-orang yang tak jujur”. Alias para koruptor. Lugasnya, KPK sedang memamerkan spesimen orang yang tak jujur itu.

Tentu sangat riskan untuk membahas terlalu jauh tentang siapakah orang-orang yang tak jujur tsb. Konstituen mereka berpotensi tersinggung. Sebab, operasi klinis KPK belakangan ini memberikan isyarat yang jelas tentang siapa-siapakah orang yang tak jujur itu, dan di mana mereka bermukim atau berkubu.

Sebagai contoh, para aktor drama OTT KPK baru-baru ini digunjingkan dan dikaitakan dengan kubu penguasa. Di sini, KPK ingin menghindarkan tudingan ikut berpolitik. Tetapi, badan antikorupsi ini merasa punya kewajiban moral untuk mencegah kontinuitas dari sistem yang selama bertahun-tahun ini menyediakan armosfir yang kondusif bagi para pelaku korupsi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.