Senin, 26 Oktober 2020

Suap Rp 8 M Bowo Sidik Pangarso untuk Serangan Fajar

Suap Rp 8 M Bowo Sidik Pangarso untuk Serangan Fajar

Barang bukti uang pecahan sejumlah total Rp 8 Miliar

Jakarta, Swamedium.com — KPK menangkap anggota dan caleg DPR RI dapil Jateng II dari Golkar Bowo Sidik Pangarso karena diduga menerima suap dari berbagai pihak. Uang tersebut, terdiri dari Rp 8 miliar pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang tersimpan dalam 400 ribu amplop di 84 kardus itu diduga akan digunakan untuk serangan fajar.

“Diduga telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan-penerimaan terkait jabatan yang dipersiapkan untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 nanti,” kata Komisioner KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/3).

Petugas memegang sejumlah barang bukti berupa uang tunai pada konferensi pers terkait dugaan suap pengiriman pupuk via kapal di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Atas kejadian tersebut, KPK mengingatkan agar masyarakat menjalankan azas pemilu yang adil dan jujur. Basaria juga meminta para pemilih untuk tidak tergiur dengan pemberian uang serangan fajar.

“Kita harap para pemilih bersikap lulur dengan cara menolak setiap bulukan atau pemberian uang serangan fajar dan tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan politik uang, karena hal tersebut akan mendorong mereka korupsi saat menjabat,” tegas Basaria.

Anggota Komisi 6 DPR RI, Bowo Sidik Pangarso. Foto: Facebook/@Bowo Sidik Pangarso SE

Bowo menjadi salah satu tersangka yang ditangkap KPK dalma kasus suap Pupuk Indonesia. Selain Bowo, KPK juga menangkap delapan orang lainnya dalam OTT yang digelar pada Rabu (27/3) lalu.

Mereka yang ditangkap dalam OTT itu, yakni:

Anggota DPR Komisi VI dari fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso

Indung, swasta dari PT Inersia

Sudiarmanto dari PT Inersia

Manto, Bagian Keuangan PT Inersia

Asti Winasti, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.