Minggu, 25 Oktober 2020

Terjungkalnya Ibu Negara: Indonesia Mencari Pemimpin Orisinil, bukan ‘Kaleng-kaleng’

Terjungkalnya Ibu Negara: Indonesia Mencari Pemimpin Orisinil, bukan ‘Kaleng-kaleng’

Jakarta, Swamedium.com — Hari ini media sosial heboh oleh beredarnya video Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang jatuh terjengkang. Kejadian di depan publik Banjarmasin itu, kontan menyentak kesadaran rakyat tentang bagaimana watak Presiden mereka sesungguhnya.

Bayangkan. Di era serba digital ini, video yang berisi adegan tragis itu akan tersimpan abadi hingga akhir zaman. Tidak hanya ditonton oleh masyarakat luas, tapi akan menjadi warisan penting bagi anak dan cucu keluarga Jokowi. Sebuah Heritage tentang bagaimana tubuh leluhur mereka sampai harus terguling, demi melakukan adegan selfi yang teramat penting. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh semua Presiden Republik Indonesia selama 73 tahun merdeka.

Jika diputar dengan lambat, rekaman golden moments di sela kampanye Capres Jokowi itu memperlihatkan adegan dengan gamblang. Terpapar jelas detik demi detik dimana sang capres sekaligus berstatus seorang suami, menoleh ke arah kanan dirinya dan ia terkejut melihat istrinya terjengkang tanpa kendali. Lelaki yang juga berstatus kakek itu, jelas tahu punggung wanita berusia senja itu tergelepar sejajar lantai panggung.

Dan apa reaksi spontan yg diperlihatkan Jokowi saat menyadari wanita pemilik separuh napasnya itu terjengkang..? Lelaki pecinta kerja kerja kerja itu tampak spontan menoleh ke arah kanan belakang, tapi hanya sekilas ia menyaksikan musibah yang menimpa belahan jiwanya. Karena sekilat itu pula ia memalingkan wajah lagi ke depan dan melanjutkan aksi selfinya.

Tidak ada usaha Sang Capres untuk membalikkan badan 180 derajat dan segera berteriak memanggil para pengawal di belakangnya. Memang pengawal pasti seratus persen akan datang, tapi reaksi empati yang umumnya dimiliki seorang manusia normal tampak hilang pada peristiwa itu.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.