Jumat, 23 Oktober 2020

Pemimpin Teknis Vs Pemimpin Ideologis

Pemimpin Teknis Vs Pemimpin Ideologis

Jakarta, Swamedium.com — Debat ke-4 Calon Presiden 2019 (30/03/19) telah memperlihatkan secara jelas kepada publik tentang karakter yang dimiliki oleh kedua calon: Joko Widodo (01) dan Prabowo Subianto (02). Keduanya bahkan bisa dibilang telah “menelanjangi” dirinya di hadapan publik calon pemilih.

Karakter tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui gestur dan bahasa tubuh di panggung, melainkan juga (terutama) melalui gagasan-gagasan yang disampaikan dan, secara biografis, dari kultur mana kedua calon berasal. Dalam perspektif semiotika, apa yang terdapat di kepala seseorang adalah bagian penting dari karakternya, sebab yang tampak di luar (tubuh) sebenarnya representasi dan/atau visualisasi yang terdapat di dalam (pikiran). Gagasan atau pikiran adalah petanda (konsep), sedangkan tubuh (tampilan) dan perilaku adalah penanda. Merujuk kepada semiotika Hjemslev, tubuh adalah ekspresi, pikiran adalah konten. Gabungan antara keduanya adalah karakter.

Berikut catatan singkat untuk keduanya.

I. JOKO WIDODO (01)

Jokowi menjawab dan menanggapi seluruh pertanyaan, baik dari panelis maupun dari lawan debatnya, dengan uraian-uraian yang bersifat teknis:

Tentang penyebaran/pengajaran ideologi Pancasila: fokus jawaban pada pendidikan—sama dengan Prabowo—,tapi menambahkan dengan cara visualisasi yang nyambung dengan kekinian (meskipun tidak dirinci apa maksudnya);

Tentang pemerintahan: fokus jawaban pada pelayanan publik yang cepat melalui penggunaan teknologi informasi;

Tentang pertahanan keamanan: fokus jawaban pada pembentukan “gelar pasukan” di beberapa titik dan pemasangan radar. Dengan dua hal ini, menurutnya, siapapun yang masuk ke Indonesia (mungkin maksudnya: ancaman asing) akan diketahui;

Tentang hubungan internasional: fokus jawaban pada bagaimana memerankan diri sebagai mediator perdamaian dunia (contoh kasus: soal Myanmar);

Tentang pembangunan pelabuhan dan bandara: fokus jawaban pada sisi bisnis, seraya memisahkan soal bisnis dengan pertahanan dan keamanan (ekonomi adalah ekonomi, tidak ada kaitan dengan pertahanan dan keamanan);

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.