Minggu, 25 Oktober 2020

Fenomena Gelombang Perubahan: Insya Allah Hadir Pemimpin Baru Indonesia

Fenomena Gelombang Perubahan: Insya Allah Hadir Pemimpin Baru Indonesia

Jakarta, Swamedium.com — Fenomena sosiologis begitu nyata ketika terlihat tanda-tanda keinginan rakyat Indonesia melakukan perubahan sejak kampanye pemilihan umum Presiden dan kampanye pemilihan anggota parlemen (legislatif) yang dimulai 23 September 2018 dan kampanye terbuka 24 Maret 2019.

Setidaknya ada tiga indikator fenomena sosiologis tentang keinginan rakyat untuk melakukan perubahan melalui Pemilu.

Pertama, tumbuh protes sosial di berbagai daerah dan di media sosial sehubungan membanjirnya TKA dari China ke Indonesia, yang telah dianggap sebagai ancaman serius bagi kedaulatan bangsa dan negara. Menghentikan banjir TKA dari China ke Indonesua hanya satu cara menurut masyarakat ialah mengganti Presiden.

Kedua, tingginya partisipasi masyarakat Indonesia dalam menghadiri kampanye yang diadakan Prabowo dan Sandi di semua daerah di seluruh Indonesia. Hal tersebut menunjukkan besarnya keinginan masyarakat supaya Prabowo menjadi Presiden RI dan Sandi menjadi Wapres RI. Buktinya, Prabowo harus naik mobil terbuka atau ditanduk untuk sampai dioanggung tempat kampanye, saking banyaknya masyarakat yang menghadiri kampanye yang saya selalu sebut “lautan manusia”

Ketiga, membludaknya peserta reuni aksi 212 yang ditaksir mencapai 13 juta orang. Semua yang hadir adalah pendukung Prabowo-Sandi yang menginginkan ganti Presiden 2019.

Menahan Gelombang Perubahan

Berbagai cara dilakukan petahana dan para pendukungnya untuk menahan gelombang perubahan.

Pertama, melemahkan pemimpin perubahan Habib Rizieq Shihab dengan fitnah sehingga harus mengasingkan diri dan keluarganya di Makkah Al-Mukarrah, Arab Saudi.

Kedua, menggelontarkan dana puluhan triliun rupiah menjelang Pemilu Presiden 17 April 2019 untuk membiayai program pengentasan kemiskinan dan keluarga harapan. Ini bentuk lain dari bantuan sosial yang sangat sulit dipisahkan dengan politik uang yang biasa dilakukan para kepala daerah menjelang pemilihan kepala daerah yang dikemas bantuan sosial.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.