Minggu, 25 Oktober 2020

“Game Over” Mas Jok: Kisah Dramatis dari Sidoarjo

“Game Over” Mas Jok: Kisah Dramatis dari Sidoarjo

Jakarta, Swamedium.com — GAME OVER. Begitu selalu di layar video games setiap kita kalah dalam permain apa pun di komputer, internet, atau jenis permainan lainnya. Intinya game over artinya lagi, kita kalah.

Ini bukan soal debat ke-4, Sabtu (30/3) malam di hotel Shangrilla itu yang menurut banyak pakar menunjukkan kelas keduanya berbeda jauh. Dan, tidak sedikit pakar yang menyatakan Jokowi game over. Tapi ini soal kisah dramatis di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

Berulang kali, kubu 01 menyatakan Jatim adalah milik mereka, kecuali Madura. Tapi, Ahad (31/3) Prabowo dan Sandiaga Uno, paslon dengan nomer urut 02, membuktikan hal sebaliknya.

Kampanye Akbar di markas besar klub kebanggaan kota Lobster, Deltras FC, bukan hanya dipadati oleh selitar 200 ribu orang, tapi ada adegan dramatis.

Selain markas Deltras, Sidoarjo adalah teritorial NU. Artinya daerah yang seharusnya memberikan dukungan pada paslon lain. Tapi, Ahad itu Prabowo dan Sandi bukan hanya diterima, tapi juga didoakan dan disantuni.

Disantuni? Ya, saya sengaja tidak menggunakan istilah disumbang, tapi disantuni. Bagi saya jika disumbang, batasannya hanya diberikan. Tapi, jika disantuni, itu bermakna diberkahi, didoakan, dan diharapkan.

Prabowo dan Sandi sama sekali tak menduga itu akan terjadi. Bagi keduanya diberi sumbangan bukan hal baru. Sejak keduanya berkeliling, banyak sekali orang yang secara ikhlas memberikan sumbangan.

Ini saja sudah bisa kita jadikan bukti bahwa rakyat terpanggil untuk menyongsong perubahan. Tapi, di Stadion Deltras, orang berlomba-lomba mengeluarkan uang dari dompetnya dan ditaruh di kopiah Prabowo dan Sandiaga Uno. Ini bukan soal jumlah nominal, tapi keterpanggilan melukiskan keikhlasan. Keikhlasan menunjukkan harapan. Harapan selalu bermuara pada perubahan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.