Senin, 26 Oktober 2020

Jaga Pilpres dari Tangan-tangan yang Tak Siap Kalah

Jaga Pilpres dari Tangan-tangan yang Tak Siap Kalah

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Prabowo menang! Begitulah banyak yang sudah mulai berani membuat kesimpulan. Ada dua indikator yang mereka gunakan. Pertama, tak ada yang bisa melawan kekuatan rakyat.

Jokowi sedang berhadap-hadapan dengan rakyatnya sendiri. Rakyat yang kecewa atas tata kelola pemerintahannya yang tak sesuai janji dan ekspektasi. Kekecewaan itu yang membuat rakyat melimpahkan harapannya kepada Prabowo. Satu-satunya rival Jokowi di pilpres 2019.

Kampanye Prabowo selalu berlimpah massa. Kehadiran mereka digerakkan oleh harapan yang besar terhadap perubahan. Bagi mereka, Jokowi bukan lagi tempat yang tepat bagi rakyat menggantungkan harapan. Bodongnya janji politik, ketidakadilan hukum, rusaknya ekonomi, banjirnya pekerja asing, liberalnya impor yang mengakibatkan terancamnya kedaulatan pangan adalah sejumlah faktor mengapa banyak pemilih kemudian berpaling. Satu-satunya tempat berpaling adalah Prabowo.

Rakyat menghukum Jokowi. Kampanye Jokowi sepi, kecuali dihadiri oleh massa PDIP dan mereka yang digerakkan melalui kekuatan logistik. Selain pengerahan massa dari aparat dan aparatur negara yang terintimidasi.

Satu persatu kepala desa dan polisi sudah mulai bernyali untuk bicara. Tatang, Kades Cidokom Rumpin Bogor mengaku diperintah atasan untuk memenangkan Paslon 01. Ajun Komisaris Sukman Azis, eks Kapolsek Pasirwangi Garut, juga mengakui bahwa dirinya dan kapolsek-kapolsek yang lain digerakkan untuk memenangkan 01. Ia mengeluh, baru kali ini polisi dilibatkan dalam kampanye.

Melanggar dong? Pihak mana yang berani memperkarakan? Laporan hanya tinggal laporan. Kendati demikian, cara-cara inkonstitusional yang sudah telanjang diketahui dan ditonton rakyat ini justru akan membuat rakyat makin antipati terhadap Jokowi. Ma’ruf Amin yang berlatar belakang ulama seharusnya menjadi kontrol terhadap praktek-praktek inkonstitusional ini, justru tak kelihatan fungsinya.

Selain kekuatan aparat dan kepala desa, Paslon 01 punya kekuatan logistik. Dalam sejarah, besarnya logistik tak akan mampu menghadapi kekuatan rakyat. Pilgub DKI adalah salah satu contohnya. Rakyat hanya ingin perubahan. Tak lebih dari itu!

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.