Minggu, 25 Oktober 2020

Sulit Untuk Tidak Mengatakan, Pilpres 2019 Kemenangan Prabowo-Sandi Bersama Rakyat

Sulit Untuk Tidak Mengatakan, Pilpres 2019 Kemenangan Prabowo-Sandi Bersama Rakyat

Ratusan ribu masyarakat Bandung menghadiri Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Sidolig, Bandung Barat, Rabu (28/3).

Jakarta, Swamedium.com — Dalam kontestasi politik muktakhir yang terjadi di Indonesia, muncul sebuah konstalasi baru, yaitu konstalasi politik dan ideologi antara para aktor politik. Penyumbang yang paling dominan dalam konstalasi ini adalah kaum intelektual dan cedekia muda yang hadir di panggung politik.

Ini sebenarnya titik balik dari pertarungan pencitraan, yang dipoles sedemikian rupa untuk dijual di hadapan publik, yang ditampilkan semenjak tahun 2014 silam. Tetapi pada kenyataannya, antara fakta dan tampilan begitu jauh berbeda.

Keadaan ini, menyadarkan banyak rakyat yang dikelabui dengan citra itu tadi. Sehingga rakyat merasa bahwa penampilan yang dicitrakan sangat jauh dari kebijakan yang diambil. Menampilkan diri sebagai sosok yang merakyat dengan lugu, kemudian diberi bedak dan pakaian sederhana, hanyalah semacam “kepalsuan” yang sama sekali tidak memberikan manfaat bagi rakyat banyak.

Karena sudah merasa “dibohongi” dengan pencitraan dan penampilan itu, rakyat tampil memprotes segala “keluguan” yang telah menipu mereka. Sementara kelas menengah, yang terdiri kaum terdidik, membaca fenomena tersebut sebagai fenomena yang membahayakan bagi kemajuan bangsa.

Sikap kritis kaum intelektual ini melahirkan narasi-narasi besar yang menenggelamkan pencitraan dan polesan. Membuka segala bobroknya kebijakan kekuasaan selama hampir 5 tahun. Suara-suara kaum intelektual itu menembus ruang-ruang kelas percakapan publik dan menarik simpati banyak kalangan.

Tidak heran para intelektual ini, meskipun sebagaian diantara mereka tidak mengambil bagian dalam tim kampanye Prabowo-Sandi, tetapi mereka justru lebih terbuka menyatakan pikirannya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Menang, Adil dan Makmur.

Ini bukan hanya suatu asumsi belaka, melainkan sebuah realitas politik yang terjadi. Dapat kita lihat, bahwa penguasaan opini publik melalui media Twitter dan Facebook didominasi oleh suara-suara lantang kaum intelektual yang secara terbuka mendukung pikiran-pikiran Prabowo-Sandi.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.