Minggu, 25 Oktober 2020

Ada Menteri Bagi Amplop, Pegiat Medsos: Rakyat memilih pakai akal sehat

Ada Menteri Bagi Amplop, Pegiat Medsos: Rakyat memilih pakai akal sehat

Jakarta, Swamedium.com — Pegiat media sosial Darmansyah mengajak masyarakat untuk menggunakan akal sehat ketika menjatuhkan pilihan di bilik suara pada 17 April.

Darman sepakat dengan imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan jangan pilih wakil rakyat yang menawarkan amplop.

“Imbauan KPK itu benar sekali. Masyarakat harus diajak berpikir jernih menggunakan akal sehat,” kata Darman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/4).

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan imbauan usai bertemu jajaran KPU RI di Jakarta, Selasa, 2 April 2019. Febri mengatakan masyarakat harus tegas menolak caleg yang menggunakan amplop untuk mendulang suara.

“Kami mengajak masyarakat menolak dan tidak memilih caleg yang (politik uang),” kata Febri.

KPK kini tengah menangani kasus Bowo Sidik Pangarso yang menunjukkan bukti nyata bahwa masih ada pihak-pihak yang menggunakan strategi politik uang untuk membeli suara masyarakat.

Di ranah media sosial juga muncul video yang memperlihatkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Menko Luhut tampak memberikan amplop kepada seorang kiai di Pondok Pesatren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Darman menilai perbuatan Menko tidak pantas dan melanggar aturan dan norma dalam demokrasi. Dia berharap masyarakat bisa menggunakan akal sehat saat mencoblos di Pileg dan Pilpres 2019.

“Sekarang dengan adanya media sosial semua terlihat jelas. Ada Menko yang ngasi amplop sama kiai atau koruptor yang berniat ngasi amplop dicokok KPK duluan,” ujar Darman.

“Masyarakat bisa menjadikan dua kejadian itu sebagai dasar untuk memilih,” tegas putra kelahiran “Kota Lemang” Tebing Tinggi tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.