Selasa, 20 Oktober 2020

Jokowi Ngapain Aja, Kok Bisa Kalah?

Jokowi Ngapain Aja, Kok Bisa Kalah?

Jakarta, Swamedium.com — Di media sosial narasi, nada, dan suaranya semua seragam. Lawan, perang, libas dan sejumlah narasi lainnya. Inilah naluri paling purba yang digambarkan dalam teori evolusi Charles Darwin sebagai mekanisme pelestarian ras dari seleksi alam.

Apakah manusia punya naluri yang sama dengan binatang? Para ahli menyatakan pada dasarnya seperti hewan, manusia mempunyai naluri yang sama. Naluri mempertahankan diri dari lingkungannya.

Ketika binatang menyerang, bahkan membunuh manusia, biasanya disebabkan oleh tiga kondisi : terganggu, takut, atau terancam. Tindakan itu merupakan perilaku dasar hewan (basic animal instincts).

Manusia juga memiliki naluri yang sama ketika terancam. Pilihannya: Lari atau berkelahi!

Melihat perilaku kubu pendukung Jokowi dalam beberapa hari ini, nampaknya mereka memutuskan memilih opsi kedua: Berkelahi.

Tidak perlu kaget ketika mendapati akun maupun nomor handphone anggota partai koalisi dan Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo-Sandi dalam beberapa hari terakhir banyak yang diretas.

Sebuah akun yang mengatasnamakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyerang akun Divisi Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Gambar-gambar porno “Ferdinand” disebar. Sebaliknya akun Ferdinand membalas dengan menyebar gambar-gambar porno yang disebut merupakan foto Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono.

No handphone milik Jubir Demokrat Imelda Sari juga diretas. Si pembajak menyebarkan gambar-gambar yang disebut sebagai adegan porno Ferdinand Hutahean di sejumlah WhatsApp Group (WAG).

Keputusan untuk “berkelahi” itu sudah dicanangkan sendiri oleh Jokowi. Ketika orasi di depan para pendukungnya di stadion Kridosono, Yogyakarta. Dalam nada yang terdengar seperti orang frustrasi dan putus asa dia meneriakkan “Saya akan lawan!”

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menyatakan akan melancarkan Perang Total. Menko Maritim Luhut Panjaitan menyatakan perang dengan kelompok yang ingin mengganti idiologi negara. Mantan Kepala BIN Hendropriyono menyebut sebagai perang antara pendukung Pancasila melawan kelompok pendukung khilafah.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.