Minggu, 25 Oktober 2020

Pembusukan Terhadap Prabowo di Institusi Kepolisian Begitu Kejam

Pembusukan Terhadap Prabowo di Institusi Kepolisian Begitu Kejam

Jakarta, Swamedium.com — Menjelang Pemilihan Umum 17 April 2019, salah satu institusi negara yang galau, cemas, was-was adalah institusi Kepolisian. Apakah memang karena ada indikasi kuat Prabowo Subianto akan perlemah Kepolisian atau opini sesat yang sengaja dimainkan untuk menarik Kepolisian dalam politik untuk tidak netral, benci kepada Prabowo Subainto, opini dibangun agar polisi membantu memenangkan Calon Presiden Joko Widodo, juga menjadi mesin pendulang suara (vote getter).

Bayangkan begitu kejamnya opini negatif terhadap seorang Prabowo yang akan memimpin negara, akan memperbaiki negara, akan memperkuat negara dicitrakan dengan kata-kata berlogika sesat (fallacy), “Jika Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia, maka Kepolisian akan dilemahkan (diperlemah), Kepolisian di bawah Kementerian Dalam Negeri atau bahkan melebur dengan TNI sebagaimana orde lama”. Entahlah, tetapi harus diketahui bahwa skenario pembusukan citra Prabowo Subianto di dalam institusi polisi sangat masif, sistematis, meskipun tidak terstruktur karena pucuk pimpinannya Kapolri Prof. Dr. H. Tito Karnavian, MA secara resmi menegaskan netralitas Kepolisian.

Penetrasi pembusukan terhadap Prabowo Subianto di tubuh institusi Kepolisian dapat diduga berasal dari beberapa perjuru: Pertama, Tim Sukses Joko Widodo; kedua, orang-orang yang melingkari kekuasaan, kaum ambisius dan machiavelian; ketiga, satu atau dua orang petinggi polisi yang sengaja untuk menarik perhatian petahana demi jabatan dan karier; keempat, bisa juga berasal dari senior polisi purnawiran perwira tinggi yang mendukung Joko Widodo.

Skenario pembususkan terhadap Prabowo Subianto menciptakan efek ketakutan (terrible effect) pada bawahan khususnya perwira menegah yang masih panjang meniti karier dan anggota kepolisian pada umumnya. Dan bisa dimaklumi bila anggota polisi tersandera dengan opini sesat tersebut di atas karena Tim Sukses Prabowo Subianto tidak pernah mampu menterjemahkan gagasan dan ide besar Prabowo Subianto tentang penguatan institusi penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.