Senin, 19 Oktober 2020

Cerita dari GBK, Nekadnya Milenial hingga Efek Ekonomi Kampanye Akbar

Cerita dari GBK, Nekadnya Milenial hingga Efek Ekonomi Kampanye Akbar

Jakarta, Swamedium.com — “Bang boleh gak saya pinjam HP. Ini penting karena saya ketinggalan rombongan.” Demikian permintaan 4 ABG di pintu keluar GBK ke arah Jalan Asia Afrika usai kampanye akbar Pasangan 02.

Kelompok Milenial

Mereka berasal dari Curug, Kab. Tangerang, Banten ketika saya tanya dari mana mereka. Rupanya mereka terpisah dengan rombongan yg berjumlah sekitar 20 orang.

Mereka berangkat dari Curug jam 22.00 ke Stasiun Parung Panjang tujuan Palmerah. Namun kereta terakhir jam 24.00 gak terkejar sehingga mereka menunggu kereta berangkat jam 04.00.

Sembari menghubungi temannya, saya pun ngobrol kenapa mereka jauh-jauh datang ke GBK ikut kampanye Prabowo-Sandi. ABG yg minta tolong saya tadi bilang ingin dapat pengalaman.
Lho bukannya kalian belum punya hak pilih, tanya saya. Ya bang gapapa biar wawasan saya bertambah katanya lagi.

Namun ada satu anak yg sudah bisa memilih 17 April nanti menjawab karena cocok dengan program-2 yg ditawarkan Paslon 02.

Ketika anak-anak itu pamitan akan kembali pulang ke Curug karena sudah kontak dengan rombongannya, saya pun masih penasaran kenapa anak2 milenial mau datang jauh-jauh ke GBK.
Istilah orang Jatim, bondo nekad. Ya bayangkan saja mereka bawa HP tapi gak ada pulsanya. Kartu uang elektronik untuk naik KRL pun saweran & dipegang “Ketua” rombongan. Saya gak tau jika rombongan terpisah itu sudah naik kereta lebih dulu sehingga 4 ABG ini pulangnya gimana.

Namun itulah anak2 milenial zaman now. Kalau tekad & keinginan sudah bulat resiko apapun akan dihadapi. Barangkali ini modal penting bagi pemimpin2 kita bagaimana & program apa yg mereka tawarkan untuk kelompok milenial ini. Apalagi jumlah kelompok usia 17 hingga 39 tahun ini cukup besar. Data BPS mencatat, jumlah milenial 2018 sekitar 24% dari jumlah penduduk Indonesia. Jika DPT Pemilu 2019 berjumlah 193 juta, maka jumlah pemilih milenial 46 juta lebih. Bisa dibayangkan kenapa kelompok milenial jadi6 target untuk bagi kedua paslon.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.