Minggu, 25 Oktober 2020

Jangan Hina Orang Minang

Jangan Hina Orang Minang

Foto: Ketua Umum IKB Alumni FH UBH, Miko Kamal, S.H., LL.M., Ph.D. (Dok. pribadi)

Padang, Swamedium.com — Pada Jum’at 5/4/19 malam, di Padang TV, diadakan debat atau diskusi dengan tema Alasan Masyarakat Sumbar Memilih Pemimpin Nasional. Peserta debat dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dianggap mewakili pasangan 01, yaitu Andrinof Chaniago, Shofwan Karim dan Hendra Irwan Rahim. Kelompok kedua adalah saya (Miko Kamal), Hidayat dan Guspardi Gaus (dalam soft flyer yang dibagikan panitia tercantum nama Ibnu Aqil). Dua orang panelis juga dihadirkan, Edi Indrizal dan Sayuti Dt. Panghulu.

Yang lebih berkembang dalam debat adalah soal orang Minang yang terpapar hoax. Isu lain ada, tapi tidak dominan. Karena terpapar hoax, orang Minang lebih suka Prabowo ketimbang Jokowi. Itulah kira-kira simpulannya, terutama yang disampaikan mantan menteri Jokowi Andrinof Chaniago.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini hoax memang adalah masalah sosial baru. Tiap hari hoax berseliweran. Teknologi informasi mengantarkan hoax sampai, bahkan, ke kamar tidur kita. Tapi, dalam konteks kontestasi Pilpres, yang harus jadi catatan, hoax tidak hanya merugikan atau menguntungkan salah satu pasangan calon. Kedua-duanya merugi dan beruntung karena hoax.

Juga, hoax tidak hanya wara-wiri di teritori Sumatera Barat (baca juga Minangkabau). Hoax tidak mengenal batas wilayah dan waktu. Hoax yang mampir ke ranah Minang juga merantau jauh ke tanah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya.

Saya orang yang tidak setuju dengan pernyataan sepihak bahwa orang Minang menjatuhkan pilihan kepada Prabowo karena terpapar hoax. Terlalu menyederhanakan masalah. Saya sudah menyampaikan sebagian alasan dan fakta tentang itu pada saat debat. Tapi, karena waktu yang sangat terbatas dan acaranya yang bergelinsam (semua nara sumber berebut ingin berbicara), tidak semua alasan dan fakta yang dapat membantah simpulan Andrinof yang dapat saya ungkapkan.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.