Sabtu, 24 Oktober 2020

Anomali Lautan Massa di Gelora Bung Karno

Anomali Lautan Massa di Gelora Bung Karno

Agak sulit menggambarkan apa yang sebenarnya telah terjadi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Ahad (7/4). Tidak ada satupun kalimat yang bisa menggambarkan dengan tepat, karena banyaknya dimensi kegiatan tersebut. Tergantung dari sudut mana kita ingin menggambarkannya.

Sholat tahajud dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Kebulatan tekad para ulama, kyai, habaib, ustadz, dan umat Islam. Aksi solidaritas antar-umat beragama. Unjuk kekuatan gelombang perubahan Indonesia. Pemecahan rekor kampanye politik terbesar di Indonesia. Reuni Akbar pendukung Prabowo-Sandi. Pesta rakyat, atau tamasya politik keluarga?

Semuanya benar. Itulah yang telah terjadi. Kalau boleh sedikit berbangga —mudah-mudahan tidak terjerumus menyombongkan diri—suasana semacam itu hanya bisa terjadi di Indonesia.

Lebih dari satu juta orang berkumpul. Dengan latar belakang suku, agama, politik dan kepentingan yang berbeda. Dan di tengah situasi bangsa yang terpecah, terpolarisasi dalam dua kubu politik yang saling berhadapan, namun bisa bisa berlangsung sangat tertib. Zero insident.

Lihatlah apa yang terjadi. Sejak Sabtu (6/4) malam sebagian massa sudah datang dan bermalam di seputar GBK. Ketika dinihari menjelang, massa yang mayoritas mengenakan busana putih-putih mulai mengalir dari delapan penjuru arah mata angin.

Tidak semuanya beragama Islam. Banyak non muslim yang juga sudah datang sejak dinihari. Sejumlah etnis Cina juga terlihat larut dalam arus massa yang menyemut. Mereka sebagian besar bermalam di hotel-hotel di sekitar kawasan Senayan.

Sekitar pukul 03.00 WIB lapangan GBK yang diubah sementara menjadi areal sholat sudah terlihat penuh. Lebih dari separuh tribun sampai bagian atas sudah terisi. Pada pukul 6.30 WIB semua tribun yang melingkari stadion sudah terisi penuh.

Sejak dinihari suasana GBK berubah menjadi seperti di Masjidil Haram di kota Suci Mekah. Suara takbir, tahlil, menggema. Tak lama setelah adzan subuh menggema sekitar pukul 04.39 WIB, terjadi pemandangan yang sulit kita temukan, termasuk di Masjidil Haram sekalipun.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.