Minggu, 18 Oktober 2020

Kampanye Prabowo-Sandi di GBK, Fenomena Baru di Indonesia dan Dunia

Kampanye Prabowo-Sandi di GBK, Fenomena Baru di Indonesia dan Dunia

Pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar di Jakarta, Minggu (7/4). Foto: Antara

Jakarta, Swamedium.com — Jika dibandingkan dengan kampanye di dunia politik selama ini baik di Indonesia maupun di luar negeri, biasanya melalui daya tarik populeritas tokoh sentralnya seperti Trump di USA dan Erdogan di Turki, massa hadir karena tertarik bertemu dan mendengarkan tokohnya.

Khusus di Indonesia tokoh tidak percaya diri mereka dibantu dengan daya tarik para artis terkenal, bahkan tidak satu tapi puluhan artis jika bisa disesuaikan dengan kocek panitia, dengan harapan fan dari para artis tersebut bisa hadir. Mungkin saja kehadiran fan bukan untuk mendukung Capres yang sedang dikampanyekan, mereka hanya ingin jumpa, lihat, dengar, dan selfie bersama artis favorit mereka. Kehadiran fan artis bercampur dengan masa yang dimobilisir oleh para petinggi koalisi partai, para elit partai pendukung harus pula mengeluarkan kocek cukup tebal untuk tranportasi, konsumsi, honor, seragam kaos dan alat peraga lainnya, para elit partai terpaksa harus puter otak untuk menyediakan kebutuhan tersebut.

Sehingga yang jadi sasaran adalah kepala-kepala daerah yang selama ini mereka bantu untuk terpilih, termasuk para Direktur, Komisaris BUMN yang mendapat kedudukan dari para elit partai, tidak heran banyak sekali para eksekutif dan legislatif tingkat pusat dan daerah digelandang oleh KPK ke balik jeruji besi karena mereka harus mengeluarkan dana yang tidak ada di anggaran.

Jika diamati dari Pemilu ke Pemilu sejak era keterbukaan setelah reformasi, budaya Pemilu dalam mengumpulkan masa tidak berubah selalu demikian, khusus di Indonesia para artis terkenal sudah di-DP terutama artis dangdut laku keras mereka panen, saking senangnya masyarakat Indonesia dengan musik dangdut.

Ada lagi sesuatu khas di Indonesia para elit harus tebar lembaran uang istilahnya saweran, sehingga massa jadi histeris berebut, walaupun sudah dilarang melalui ketentuan KPU, amplop uang diganti dengan sovenir, paket dan sebagainya, tujuan dari semua itu adalah memobilisasi keramaian dengan berbagai bungkus acara yang jadi tujuan adalah kehadiran tidak penting dukungan keterpilihan, sehingga makelar pengerahan masa menjadi panen, bagi peserta rakyat kecil berganti kaos tidak masalah, kaos seragam partai bisa mereka pakai koleksi utk jadi pakaian sehari hari nantinya, sehingga tidak heran sudah puluhan tahun demokrasi di Indonesia, rakyat selalu menanyakan mana kaos dan mentahnya (istilah untuk duit).

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.