Minggu, 25 Oktober 2020

Puluhan Anggota Brimob Rusak Rumah Seorang Nenek, Ini Kata IPW

Puluhan Anggota Brimob Rusak Rumah Seorang Nenek, Ini Kata IPW

Foto: Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menegaskan, Korps Brimob dan Kapolda Sultra harus meminta maaf dan mengganti semua kerusakan rumah nenek Yudahusna (68) di Jl Mayjen Katamso, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Aksi perusakan rumah nenek Yudahusna yang dilakukan 40 anggota Brimob itu adalah bentuk arogansi dan premanisme yang luar biasa, yang dilakukan aparatur keamanan negara menjelang Pilpres 2019.

“IPW mengecam keras aksi perusakan yang dilakukan 40 anggota Brimob terhadap rumah seorang nenek itu. Apa pun alasannya, aksi ini tidak bisa ditolerir,” kata Neta melalui rilisnya, Senin (8/4).

Sebab, amuk 40 anggota Brimob itu tidak hanya membuat nenek Yudahusa dan cucunya ketakutan, tapi aksi itu menjadi teror bagi warga sekitar maupun warga Kendari. Aksi itu menunjukkan bahwa ke 40 anggota Brimob ini tidak terkendali dan tidak bisa mengendalikan diri. Padahal menjelang Pilpes 2019, Polri selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar kamtibmas menjelang Pilpres 2019 kondusif.

“Nyatanya justru Polri sendiri yang tidak bisa mengendalikan anggotanya, hingga 40 Brimob mengamuk dan merusak rumah nenek Yudahusa. Bagaimana pun ulah 40 anggota Brimob ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Neta.

Untuk itu IPW mendesak ke 40 anggota Brimob itu harus segera ditindak tegas. Selain itu, Kasat Brimob Polda Sultra dan Kapolda Sultra harus segera dicopot dari jabatannya. Sebab, amuk 40 Brimob itu nyata nyata menunjukkan bahwa Kasat Brimob maupun Kapolda Sultra tidak punya wibawa dan tidak bisa mengendalikan anak buahnya, hingga 40 anggota Brimob itu tanpa rasa salah nekat mengamuk membuat ketakutan masyarakat menjelang Pilpres 2019.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.