Minggu, 25 Oktober 2020

UBN: Kampanye Akbar Prabowo Sandi Sesuai Kearifan Lokal

UBN: Kampanye Akbar Prabowo Sandi Sesuai Kearifan Lokal

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Majelis Pelayan Indonesia (MPI) Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menampik bahwa kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), merupakan kampanye identitas. Ia lebih tepat menyebut sebagai kampanye yang sarat dengan kearifan lokal dan tidak melenceng dari tradisi orang Indonesia.

Menurut Pimpinan AQL Islamic Center ini, kampanye presiden dan wakil presiden selama ini selalu identik dengan hura-hura, joget-joget, bukan sesuatu yang menyangkut kearifan Indonesia yang terdiri dari heterogenitas agama, suku, budaya, dan golongan.

“Saya merasakan atmosfer ketika peserta kampanye yang datang ke GBK tidak hanya muslim, tapi juga non muslim,” ungkapnya di Jakarta, Senin (8/4).

Sekjen MIUMI ini menyebutkan, diantara kearifan lokal yang terjadi di Senayan yaitu berkibarnya bendera merah putih terbesar dibanding alat peraga lain, orasi kebangsaan dari tokoh lintas agama dan menyanyikan Indonesia Raya secara khidmat.

Selain itu, kedua capres-cawapres juga kerap melakukan politik identitas seperti penyematan gelar adat oleh suatu suku, mendapatkan dukungan ulama, menggelar istighasah dan munajat kubra bahkan sampai kepada meralat doa seorang kyai yang dianggap salah mendoakan.

“Namun, atmosfer yang terjadi di Senayan sulit ditangkap oleh mereka yang melihat dari kacamata sekuler dari benaknya. Padahal, kegiatan di Senayan seperti kegiatan yang biasa banyak dilakukan seluruh umat,” kata Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Madinah ini.

Pengurus Dewan Pertimbangan MUI ini juga melihat kampanye kearifan lokal dari banyaknya bendera partai politik, organisasi masyarakat, komunitas, bahkan setiap individu yang datang semuanya berkumpul dalam satu balutan semangat perubahan dan semangat kebangsaan.

“Meskipun kampanye tersebut didominasi oleh para aktivis dan muslimah yang telah berhijrah dengan mengenakan cadarnya, tapi tidak ada diskriminasi terhadap mereka yang tidak menggunakan jilbab serta cadar. Sehingga, suasana Indonesia bangetlah,” ujar UBN.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.