Minggu, 18 Oktober 2020

Ada atau Tidak Ada SBY, Kemenangan Rakyat Sudah Didepan Mata

Ada atau Tidak Ada SBY, Kemenangan Rakyat Sudah Didepan Mata

Tangerang, Swamedium.com — Pak SBY, Saya sebelumnya respek dengan sikap Anda yang santun dan hati-hati dalam bertutur kata. Tapi sekarang hilang rasa hormat itu setelah beredarnya surat Anda yang mempertanyakan kampanye akbar Paslon 02 sebagai sesuatu yang tidak lazim dan tidak inklusif.

Kampanye Akbar pangsangan Prabowo-Sandi akhir pekan lalu di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dihadiri lautan massa dari berbagai latar belakang agama dan daerah di Tanah Air. Lebih dari satu juta massa ikut hadir dalam acara tersebut.

Arah surat Pa SBY ini ditujukan pada teknis pelaksanaan kampanye akbar yang didahului dengan kegiatan Sholat Tahajud dan Sholat Subuh berjamaah serta do’a memohon kepada Allah SWT agar bisa menjadikan Prabowo-Sandi sebagai pemimpin baru Indonesia.

Sebenarnya Pa SBY maunya apa sih dengan kampanye Akbar ? Mau ada musik dangdut, joget-joget gitu ? Untuk Pa SBY ketahui, massa yang datang ke GBK sudah mengalir sejak Sabtu malam. Nah, antara pukul 03.00 sampai pukul 06.00 hari Ahadnya, peserta kampanye mau diapain? Mau disuguhi musik dangdut seperti lazimnya kampanye politik? Tidak mungkin dong. Justru lebih bagus diadakan shalat tahajud, subuh berjamaah dan sholawat, do’a serta munajat kepada Allah SWT untuk keselamatan dan keberkahan negeri ini.

Kalau Pak SBY menyebut tidak lazim, justru pemberi izin yang tidak lazim memberi izin kepada panitia Kampanye Akbar Paslon 02. Izin waktu kampanye hanya diberikan dari jam 06.00 sampai pukul 10.00. Lazimnya, izin diberikan pukul 08.00 sampai jam 12.00, atau lebih panjang lagi. Butuh perencanaan matang dengan alokasi waktu yang singkat itu. Kalau kampanye dimulai pukul 06.00, tentu saja sebagian masyarakat harus berangkat dari rumah antara pukul 02.00 – pukul 04.00. Malah yang dari luar kota Jakarta, sudah berangkat sejak Sabtu pagi dan ada yang baru datang Sabtu tengah malam. Jadi, aneh kalau Pak SBY menganggap kampanye Akbar di GBK tidak lazim.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.