Minggu, 25 Oktober 2020

Isyarat Politik Sri Sultan HB X untuk Prabowo

Isyarat Politik Sri Sultan HB X untuk Prabowo

Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta istri menerima kunjungan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang didampingi Rachmawati Soekarnoputri, Titiek Soeharto dan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.

Jakarta, Swamedium.com — Di media sosial sejak kemarin diam-diam para pendukung paslon 01 sedang melakukan operasi “perang simbol.” Foto Presiden Jokowi bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba-tiba bermunculan di medsos. Foto itu disertai caption: Jokowi Presidenku, Sri Sultan HB X Gubernurku.

Foto ini tampaknya dimaksudkan untuk menandingi munculnya pemberitaan adanya pertemuan antara Capres Prabowo Subianto dengan Sri Sultan HB X. Pertemuan berlangsung di kantor Gubernur DIY Bangsal Kepatihan Senin Siang (7/4).

Beberapa media mengangkat judul “Pesan Sri Sultan HB X Kepada Prabowo: Jaga NKRI, Pancasila, dan Keberagaman.” Berita itu dilengkapi dengan foto Sri Sultan dan istri bersama Prabowo, didampingi Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Rachmawati Soekarno Putri, dan Titiek Soeharto.

Foto Jokowi dengan Sultan bukanlah foto baru. Dari penelusuran digital diketahui, Jokowi saat itu tengah berada di Yogyakarta untuk membagikan sertifikat tanah (28/9/2018). Dia diundang sarapan pagi bersama Sultan di keraton. Jadi foto lama yang didaur ulang.

Jokowi kembali bertandang ke Keraton Yogyakarta Sabtu malam (23/3) ditemani Ketua Umum DPP PDIP Megawati dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Sebelumnya dia bertemu para pendukungnya di Stadion Kridosono. Di stadion ini Jokowi menyatakan tekadnya melawan. Dia mengaku selama ini hanya diam difitnah selama 4.5 tahun.

Media memberitakan tidak ada penjelasan apapun seusai pertemuan. Tidak ada foto yang dibagikan. Wajah Jokowi, Megawati, dan Hasto terkesan tidak happy. Spekulasi berkembang, mereka ditolak Sultan. Seakan menepis spekulasi, Hasto keesokan harinya menjawab secara normatif bahwa pertemuan berlangsung positif dan kondusif.

Bagi masyarakat Jawa khususnya tlatah Kasultanan Ngayogyakarta yang terbiasa bicara dengan bahasa isyarat, perlambang, simbol, foto dan pesan Ngarso Dalem itu merupakan sebuah isyarat kemana bandul politik Sultan sedang berayun. Karena itu perlu operasi untuk mementahkannya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.