Jumat, 23 Oktober 2020

Siapkan 400 Ribu Amplop, Bowo Sidik Akui Diperintah Nusron Wahid

Siapkan 400 Ribu Amplop, Bowo Sidik Akui Diperintah Nusron Wahid

Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta

Jakarta, Swamedium.com — Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso mengakui bahwa dirinya diminta koleganya, Nusron Wahid untuk menyiapkan sekitar 400 ribu amplop. Permintaan ratusan ribu amplop ini soal serangan fajar di Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Bowo usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), Selasa, 9 April 2019.

“Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu (amplop), Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu (amplop),” kata Bowo saat dikonfirmasi awak media.

Terkait serangan fajar untuk kepentingan pileg atau pilpres, Bowo justru kembali menyinggung nama Nusron Wahid.

“Diminta Nusron Wahid untuk menyiapkan itu,” ujar Bowo.

Tak puas dengan jawaban Bowo, awak media kembali mencecar dengan pertanyaan yang sama soal serangan fajar untuk pileg atau pilpres. Ia pun menjawab diplomatis dengan menyinggung Golkar sebagai pengusung pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Yang jelas partai kami dukung 01,” kata Bowo lalu masuk mobil tahanan.

Terkait perkara ini, KPK juga menjerat anak buah Bowo yang juga staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka. Kemudian, KPK juga menetapkan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia memakai kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso.

Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan PT Pupuk Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.