Senin, 26 Oktober 2020

Fahira: AY Harus Dapat Keadilan, Agar Kejadian Serupa Tak Terulang

Fahira: AY Harus Dapat Keadilan, Agar Kejadian Serupa Tak Terulang

Foto: Senator Jakarta Fahira Idris. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Peristiwa memilukan yang menimpa AY (14) seorang siswi di salah satu SMP Kota Pontianak yang dianiaya beberapa siswi SMA harus mendapat perhatian serius semua pihak. Keadilan harus ditegakkan agar kasus seperti ini tidak terulang lagi dan untuk mencegah anak-anak kita menjadi pelaku tindak kekerasan sehingga harus berurusan dengan hukum.

Aktivis perempuan dan anak Fahira Idris mengungkapkan, proses hukum yang adil menjadi jalan terbaik agar kekerasan yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku ditangani secara proporsional.

Selain itu, peristiwa ini juga harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama pemangku kepentingan terkait anak bahwa kita masih belum mempunyai sistem perlindungan anak yang komprehensif terutama sistem yang mampu mencegah anak menjadi pelaku kekerasan.

“Anak kita AY, harus mendapat keadilan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Haknya di mata hukum harus dipenuhi. Haknya mendapat perlindungan mulai dari kesehatan, pemulihan psikis, dan rasa aman juga harus terpenuhi. Sementara bagi pelaku, hukum harus ditegakkan, tetapi harus tetap memperhatikan kepentingan pelaku yang juga masih anak-anak seperti yang diamanatkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA),” ujar Anggota DPD RI ini di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/4).

Menurut Fahira, perkara hukum yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku harus hati-hati karena banyak dimensi yang harus dipenuhi agar hak-hak mereka sebagai anak tidak tercerabut terutama pendidikan. Proses hukum dan sanksi yang diterima pelaku sedapat mungkin sifatnya harus menyadarkan.

Dalam UU SPPA, lanjut Fahira, pelaku tindak pidana anak dapat dikenakan dua jenis sanksi, yaitu sanksi tindakan (bagi pelaku tindak pidana yang berumur di bawah 14 tahun) dan sanksi pidana (bagi pelaku tindak pidana yang berumur 15 tahun ke atas). Sanksi tindakan sifatnya lebih ringan mulai dari dikembalikan ke orang tua hingga kewajiban mengikuti berbagai pelatihan proses penyadaran. Sementara sanksi pidana mulai dari pidana peringatan, pelayanan masyarakat hingga yang terberat pidana penjara.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.