Sabtu, 17 Oktober 2020

Golput Untungkan Prabowo

Golput Untungkan Prabowo

ilustrasi (ist)

Depok, Swamedium.com — Pilpres 2019 tinggal menghitung hari, tapi di media sosial (medsos) kampanye golput terus membanjiri lini massa. Golput sendiri akronim dari Golongan Putih, sebutan sebagai sikap yang tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.Yang menjadi pertanyaan sekarang, siapa yang diuntungkan kalau golput terus disuarakan? Jelas kubu Prabowo. Kenapa?

Kita lihat. Ajakan golput di 2019 dimulai dengan munculnya capres tandingan yang beredar di medsos. Memang untuk lucu-lucuan semata. Pasangan capres-cawapres alternatif Nurhadi-Aldo (Dildo) muncul. Menamakan dirinya dari Koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik. Baik kubu Jokowi maupun Prabowo awalnya juga asyik-asyik saja menyambut kemunculannya. Bahkan, media arus utama (mainstream) seperti Kompas TV yang dipandu wartawan senior Rosiana Silalahi mengundangnya tampil dalam sebuah talkshow. Memang, kemudian kehebohan tokoh itu lenyap karena terindikasi mendukung golput.

Kini, kampanye Golput disuarakan oleh mereka yang awalnya kebanyakan mendukung Jokowi. Dimotori oleh jurnalis, aktivis, sastrawan dan kelas menengah berpendidikan. Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM lewat Laboratorium Big Data Analytics pernah melakukan analisis big data tentang isu golput menjelang Pemilu 2019. Data diperoleh melalui beberapa sumber, yakni percakapan di media sosial Twitter dan pemberitaan di 276 media online. Hasilnya, analisis data Twitter menunjukkan bahwa Jawa Barat (21,60 persen), DKI Jakarta (14,94 persen), dan Jawa Timur (14,64 persen) adalah daerah dengan percakapan isu golput terbanyak jika dibandingkan dengan daerah lain.

Tagar yang muncul diantaranya #golput, #2019golput, #2019TetapGolput, #suaragolput, #pemilumembunuhmu. Diantara akun Twitter yang disebut kerap menyinggung isu golput adalah akun sastrawan, Saut Situmorang (@AngrySipelebegu dengan pengikut (followers) 197.100. Atau akun @beritaKBR yang diikuti 822.624 . Beberapa hasil ini berhasil diperoleh selama pengumpulan data. Temuan awal yang cukup menarik. Lantas, sekarang, bagaimana kalau kita bidik potensi golput dari kalangan “gerakan” Islam? Kita lihat.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.