Minggu, 25 Oktober 2020

Unggah Status Massa Kampanye 01 Belum Dibayar, Perempuan Ini Mengaku Diancam

Unggah Status Massa Kampanye 01 Belum Dibayar, Perempuan Ini Mengaku Diancam

Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Ghani Kasuba, saat memberikan orasi di Kampanye calon pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Minggu (7/4). (Foto: Rajif Duchlun/cermat)

Ternate, Swamedium.com — Kampanye terbuka pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/4), ternyata menyisakan persoalan.

Koordinator massa kampanye capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Maluku Utara, Kiki Nuraini, mengatakan bahwa sampai saat ini, mereka belum dibayar pihak panitia.

Kiki bilang, kampanye ini diprakarsai oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara. Sesuai kesepakatan awal, peserta kampanye akan diberi duit Rp 50.000 per orang usai kampanye.

“Tapi sampai sekarang dorang (mereka – pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator,” tutur Kiki, kepada cermat di Ternate, Rabu (10/4).

WhatsApp Image 2019-04-10 at 11.10.47.jpegScreenshot status Kiki di media sosial facebook yang sudah dihapus, dikirim ke kru cermat

Lantaran terus ditagih, Kiki akhirnya protes melalui tulisan yang diunggah di media sosial Facebook. Namun, dua unggahan tersebut akhirnya dihapus.

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” ujar Kiki.

Kiki menyebut, kemarin dirinya bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Mereka membahas persoalan ini.

Dalam pertemuan itu, Kiki mengatakan bahwa Akmal sempat meminta untuk menghapus unggahan tersebut agar proses pencairan anggaran segera dilakukan. Bahkan, Kiki mengaku diancam.

WhatsApp Image 2019-04-10 at 11.11.04.jpegScreenshot status Kiki di media sosial facebook yang sudah dihapus, dikirim ke kru cermat. Kiki meminta, foto dan namanya di media sosial diblur.

“Kalau kita (saya) mau lawan ngana (kamu), bisa. Karena jumlah torang (kami) banyak. Sedangkan ngana (kamu – Kiki) hanya seorang diri,” tutur Kiki menirukan ucapan Akmal.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.