Sabtu, 24 Oktober 2020

Novel Baswedan Ingatkan Jokowi soal Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras

Novel Baswedan Ingatkan Jokowi soal Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras

Foto: Dahnil Anzar (kiri) berfoto bersama Novel Baswedan dan aktivis HAM, Haris Azhar. (Twitter @Dahnilanzar)

Jakarta, Swamedium.com — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan mempertanyakan komitmen Presiden Joko Widodo yang saat ini juga sebagai Calon Presiden. Sebab, kata dia, sampai saat ini baru ada satu kubu yang mengungkapkan pesan kepadanya terkait teror yang dialami genap dua tahun lalu di lingkungan rumahnya.

“Apakah tidak mau berjanji, apakah tidak mau menunjukkan komitmennya atau akan menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Saya menjadikan momentum ini untuk mempertanyakan itu, dan ini bukan terkait dengan serangan saya saja, tapi ini serangan kepada kawan-kawan KPK,” kata Novel, usai Salat Subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4).

Novel mengatakan dua tahun kasusnya bergulir ini adalah momentum yang tepat bagi paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Apalagi, kata dia, saat ini masih dalam masa kampanye dan seharusnya paslon 01 menunjukkan komitmen atau setidaknya memperlihatkan atensi seperti yang sudah dilakukan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Saya berharap kesempatan ini digunakan oleh capres satunya (Jokowi) untuk bersikap dan menunjukkan janji dan komitmennya, karena apa, pemberantasan korupsi di Indonesia itu penting, isu strategis bagaimana mungkin bicara rencana pembangunan apabila korupsi masih banyak,” tutur Novel.

Meski begitu, Novel belum mau mengomentari lebih jauh pesan yang disampaikan Prabowo melalui Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (10/4) kemarin. Prabowo mengatakan bahwa Novel adalah seorang pendekar, dan apa yang dialami sepupu Gubernur DKI Anies Baswedan itu adalah risiko seorang pendekar.

“Saya menanggapi (pesan Prabowo) setelah Pak Jokowi menyampaikan hal yang sama,” kata Novel.

Pada 11 April 2017 silam Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai melaksanakan salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, hingga saat ini siapa dalang di balik aksi penyerangan itu masih belum terungkap.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.