Rabu, 21 Oktober 2020

Fatwa UAS dan Sekaratnya Rezim Jokowi

Fatwa UAS dan Sekaratnya Rezim Jokowi

Jakarta, Swamedium.com — Malam tadi adalah malam paling memilukan bagi rezim Jokowi. Diluar negeri, di Selangor Malaysia, rencana curang telah Allah SWT ungkap dengan ditemukannya surat suara yang telah tercoblos capres 01 dan caleg partai Nasdem. Fakta ini, meneguhkan praduga curang dalam Pilpres itu nyata, bukan isapan jempol semata.

Didalam negeri, akhirnya Da’i Umat, Da’i yang merepresentasikan nurani dan aspirasi umat, Ust Abdul Shomad (UAS) telah mengeluarkan fatwa politiknya untuk Pilpres 2019. Memang benar, fatwa ini berbentuk taushiyah agama yang dikemas dalam dialog santai antara capres 02 dan UAS.

Namun, pesan politiknya jelas. Umat tak lagi menghendaki 01, umat menitipkan aspirasi 02 melalui UAS. Umat, telah menyatakan preferensi politiknya melalui taushiyah UAS.

Dialog malam ini di sebuah stasiun TV swasta nasional, menggabungkan dimensi politik dan spiritual. Secara spiritual, UAS telah meletakan asas pijakan sebagai ulama yang tidak tergoda oleh sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan. Pesan itu pula, yang disampaikan kepada Prabowo -seolah Prabowo memang telah terpilih sebagai pemimpin- di negeri mayoritas muslim ini.

Pesan untuk mentaati fatwa ulama dan bertindak adil kepada umat. Karena, ulama dan umatlah penopang utama bangsa ini. Sekaligus, membuat pagar agar tidak ada onggokan sampah dunia, yang kelak akan membebani UAS.

UAS tetap ingin menjadi dirinya seperti saat ini, seorang pendakwah yang memperbaiki keadaan umat dengan dakwahnya. Sementara kepada Prabowo, UAS berpesan untuk menjadi pemimpin yang adil, pemimpin yang amanah.

Bahkan, kontrol taushiyah ini dinobatkan dengan pemberian cinderamata mata, sebuah tasbih. Prabowo melalui media tasbih ini akan selalu mengingat setiap pesan dan taushiyah UAS, sekaligus mengingat Allah SWT. Karena, pesan UAS jelas, tasbih itu diberikan agar Prabowo membaca kalimah dzikir setiap saat, Laila ha illallah, Laila ha illallah, Laila ha illallah, Laila ha illallah.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.