Senin, 26 Oktober 2020

Kami Titipkan UAS

Kami Titipkan UAS

Bukittinggi, Swamedium.com – Ustadz Abdul Somad (UAS) telah melangkah sangat besar dalam berdakwah. Pada Kamis, 11/4/2019, malam beliau menemui Prabowo untuk menyampaikan pesan ulama. Bukan sembarang ulama. Ulama (salah satunya) yang, kata UAS, tidak makan jika berasnya dibeli di pasar. Ulama yang hanya minum dari air yang sumurnya digali sendiri.

Dalam pandangan duniawi, UAS berada pada posisi yang sulit bahkan berbahaya setelah wawancara yang disiarkan TV One yang menggetarkan itu. Akan ada orang yang mempermasalahkan status aparatur sipil negara yang disandangnya sebagai pengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Beragam sanksi administratif siap menerkamnya.

Sanksi moral juga menunggunya. UAS akan kehilangan muka bila Prabowo yang didukungnya kalah pada tanggal 17 April nanti. Da’i sejuta umat itu akan dicemeeh orang yang tidak mendukung Prabowo. Para hatters Prabowo bisa jadi mencibiri UAS sembari berkata; ‘Itulah, main politik juga. Politik tidak sesederhana berceramah di atas mimbar’. Pasti menyakitkan.

Ada yang lebih berat dari itu. Ancaman keselamatan fisik dan jiwa. Berbeda pandangan dan pilihan politik memang hal biasa. Dijamin konstitusi. Teorinya memang begitu. Tapi itu hanya bisa jadi berlaku untuk orang biasa. Orang yang tidak berpotensi menggoyang-goyang kursi orang yang sedang berkuasa.

UAS bukan orang biasa. Bukan rakyat berdarai seperti saya. UAS adalah da’i yang kehadiran dan petuahnya ditunggu ribuan, ratusan ribu bahkan mungkin jutaan umat di pelosok negeri. Buah mulutnya bernas. Tidak ada kata yang mubazir yang keluar dari mulutnya dalam berceramah. Posisi UAS sangat penting dalam masyarakat.

Dukungannya kepada Prabowo sangat mungkin mengganggu kenyamanan banyak pemegang kepentingan. Wajarlah itu. Fisik dan jiwa UAS dalam ancaman. Sudah ada contohnya. Novel Baswedan mengalaminya. Wajahnya disiram air keras. Matanya rusak. Senior saya Munir kehilangan nyawanya beberapa tahun yang lalu. Aktivitas kedua orang itu mengganggu pemegang kuasa. Baik kuasa uang maupun kuasa politik.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.