Sabtu, 17 Oktober 2020

Pentolan Relawan Jokowi Berlabuh ke Kubu Prabowo – Sandi

Pentolan Relawan Jokowi Berlabuh ke Kubu Prabowo – Sandi

Jakarta, Swamedium.com — Belasan relawan Jokowi yang merupakan pentolan organisasi-organisasi yang ikut menghantarkannya menjadi pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pilpres 2014, Jumat (12/4/2019), menyatakan diri mengalihkan dukungan kepada pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Mereka di antaranya Ketua Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Muhammad Djumhur Hidayat, Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sjafti Hidayat, mantan Sekjen Pro Jokowi (Projo) Guntur Siregar, Ketua Jokowers Dadan Hamdani, Ketua Aliansi Perguruan Tinggi Feby Lintang, pengurus Jokowi Garis Keras, pengurus Fanatik Jokowi, dan pengurus Barisan Kotak-kotak Kita Jokowi.

Deklarasi disampaikan di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15:30 WIB. Dalam deklarasi ini mereka mengusung tagar #GerakanParaMantan dan #KapokPilihJokowi.

“Kita kecewa dan sangat marah kepada Jokowi karena apa yang terjadi selama 4,5 tahun pemerintahannya, tidak seperti yang dijanjikan dan yang kita bayangkan. Semua bohong,” kata Djumhur saat berorasi.

Ia mengaku mulai kecewa kepada Jokowi setelah mantan walikota Solo yang dilantik menjadi Presiden RI ke-7 pada 20 Oktober 2014 itu menerbitkan PP Nomor 58 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang menghapus sistem tripartid dalam pembahasan UMP, dan disandarkan pada formula inflasi serta pertumbuhan ekonomi secara nasional, sehingga kehidupan buruh yang sudah sulit, menjadi semakin sulit.

Kekecewannya makin menggunung ketika Jokowi juga membuat kebijakan yang menghapus kewajiban bagi tenaga kerja asing (TKA) untuk bisa berbahasa Indonesia, dan kebijakan-kebikakan lain yang akhirnya membuat TKA, khususnya dari China, membanjiri Tanah Air.

“Saya juga melihat makin lama pemerintahan Jokowi semakin otoriter seperti Orde Baru, dan cenderung melanggar HAM, sehingga kebebasan berbicara dan berpendapat pun diberangus. Saya khawatir kalau kita tidak bertindak, kita takut kehidupan kita sehari-hari juga diinteli dan dimata-matai. Bahkan bukan mustahil kita juga akan ditangkapi jika mereka tahu kita tidak lagi mendukung dan berbalik mengkritisinya,” kata dila.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.