Selasa, 20 Oktober 2020

Jadi Presiden-Wapres Tanpa Digaji itu ‘Gila’ !

Jadi Presiden-Wapres Tanpa Digaji itu ‘Gila’ !

Jakarta, Swamedium.com — Semua sepakat, bahwa salah satu godaan terbesar dalam hidup adalah harta yang melimpah. Di tangan orang yang tdk cakap, harta bisa menjerumuskan. Tapi di tangan orang terhormat, harya kekayaan menambah level kehormatan si empunya harta tersebut.

Dan malam ini, Prabowo-Sandiaga mengajarkan langsung kepada kita bagaimana menjadi manusia terhormat lewat harta kekayaan yg dimiliki. Debat Capres-Cawapres sesi terakhir yg berlangsung 120 menit seolah menjadikan 118 menit lainnya sia2, atau kalau perlu tidak perlu dijalani. Karena semua argumentasi seolah cuma jadi rumpian warung kopi, saat Bang Sandiaga Uno berbicara lantang di 2 menit statemen akhir.

“Kami Prabowo-Sandi tidak akan mengambil gaji (sebagai Presiden dan Wakil Presiden) jika diberi kepercayaan memenangi Pilpres!” Kira2 begitu isi pernyataannya.

Gila? Iya, Prabowo dan Sandi bener2 gila. Gila bkn karena mereka tidak waras. Tapi gila karena bikin publik sejagad terhenyak. Syok, karena publik gak ada yang mengira, bahwa model manusia macam begini msh ada di negeri ini. Dan sekali lagi, Pilpres 2019 bener2 menjadi Pemilu yg sarat dengan rekor2 baru dari semua hajatan Pemilu negeri ini sejak 1955.

Pemilu, selalu segaris lurus dengan perebutan kekuasaan. Kekuasaan, berarti setali tiga uang dengan mengeruk keuntungan. Tapi Prabowo-Sandi, memberi pelajaran baru pada kita tentang makna dari Pemilu, yang berarti sebuah pengabdian pada negeri. Dan bisa jadi, tak lama lagi, negeri ini memiliki pemimpin yang memimpin tanpa digaji, untuk pertama kali sejak proklamasi RI.

“Ucapan suci” Sandiaga Uno malam ini lagi2 mengingatkan sy pada Abah Dahlan Iskan. Kalau tidak salah ingat, kala Abah diminta Presiden SBY untuk menjabat Menteri BUMN, kala itu Abah Dahlan tidak mengambil/memakai mobil dinas menteri. Dengan pertimbangan, beliau lebih nyaman dengan mobil pribadinya. Ini menjadi salah satu ciri dari manusia2 terhormat berkat harta kekayaannya. Sehingga jabatan yg diterimanya, bukan jadi ajang mata pencaharian baru. Melainkan pengabdian tulus tanpa ragu.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.