Wednesday, 19 June 2019

Pembangunan Salah Arah?

Pembangunan Salah Arah?

Jakarta, Swamedium.com — Sudah banyak tulisan dan pemikiran yang disampaikan oleh para pengamat maupun pemerhati politik, ekonomi, dan kebijakan publik, terkait perdebatan antara Paslon 01, dan 02, putaran kelima dengan tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan, dan industri itu.

Ada satu hal narasi yang disampaikan Prabowo terkait dengan Pembangunan yang sedang dilakukan oleh bangsa ini. Yaitu Pembangunan Indonesia menuju arah yang salah. Tetapi itu bukan kesalahan Pak Jokowi saja, tetapi juga presiden sebelumnya termasuk kita semua.

Prabowo berencana akan mengembalikan arah pembangunan sesuai dengan UU Dasar 1945, Pasal 33. Apa bunyi Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 menyatakan ‘Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan’. Sedangkan Pasal 33 Ayat 2 menyatakan ‘Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara’.

Tetapi tampaknya Jokowi tidak merespons soal tersebut. Beliau tetap mengutarakan apa yang sudah dilakukan dan rencana selanjutnya terkait dengan pemerataan pembangunan, yang juga harus dilakukan di luar Jawa. Kali ini kita fokus pada infrastruktur, berikutnya pada pembangunan SDM., reformasi birokrasi, dan kegiatan inovatif dan kreatif. Termasuk telah menguasai kembali Blok Mahakam, Blok Rokan dan Freeport.

Sejauh mana ketiga sumber minyak dan tambang tersebut memberikan devisa kepada kocek APBN masih perlu dilihat lebih lanjut. Konon kabarnya untuk Freeport dalam beberapa tahun kedepan Indonesia belum dapat deviden. Indonesia telah membeli puluhan triliun dengan meminjam dana dunia (global fund), yang tentunya semakin menambah struktur utang Indonesia melalui BUMN (PT.Inalum).

Imbas dari pernyataan Prabowo, rupanya menimbulkan side effect, dengan timbulnya reaksi dari Partai Demokrat , salah satu partai koalisi Paslon 02.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)