Minggu, 25 Oktober 2020

Ratusan WNI di Sydney Tak Bisa Nyoblos, Ini Kata KIPP

Ratusan WNI di Sydney Tak Bisa Nyoblos, Ini Kata KIPP

Ilustrasi

Bandung, Swamedium.com — Ratusan WNI di Sydney, Australia mengaku tidak bisa mencoblos dan harus berstatus golput. Massa yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) itu tidak bisa memberikan suara mereka menyusul keterbatasan waktu pada hari pemungutan suara pemilu 2019 pada Sabtu (13/4/2019).

Dalam aturan pemilu disebutkan bahwa pemilih yang berstatus DPK berhak mencoblos pada satu jam terakhir atau sebelum pukul 18.00 waktu Sydney. Namun, Panitia Pemiliham Luar Negeri (PPLN) Sydney tidak sanggup menampung lonjakan massa sehingga antrian membeludak.

Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta menilai hal ini terjadi lantaran dua hal. Yaitu, antusiasme WNI untuk menyalurkan hak pililhnya cukup tinggi, dan sistem pencatatan daftar pemilih dan persiapan penyelenggara pemilu kurang maksimal.

“Ini terjadi karena antusiasme masyarakat cukup tinggi, dan sistem pencatatan daftar pemilih dan persiapan yang nampaknya tidak mengantisipasi hal ini,” katanya saat On Air di PRFM, Minggu (14/4/2019).

Padahal ungkap Kaka, kasus serupa pernah terjadi di pemilu 2014. Namun, ungkapnya, KPU tidak melakukan antisipasi dengan optimal.

“Harusnya mitigasi dilakukan, apa yang terjadi sebelumnya, dan potensi apa yang bakal terjadi. Ini tidak utuh dilakukan, misalnya PPLN sampai seluruh perangkat pendukungnya disiapkan,” katanya.

Kaka menambahkan, KPU harus segera melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu. Apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan pemungutan suara di Indonesia.

“Tentunya harus ada evaluasi terkait penyelenggaran Pemilu tidak hanya di luar negeri, tapi juga nanti (pemilu) di dalam negeri,” katanya.

Sumber: PRFMNews

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.