Minggu, 25 Oktober 2020

Exit Poll IDM: Prabowo-Sandi 54,4%, Paslon 01 43,8%

Exit Poll IDM: Prabowo-Sandi 54,4%, Paslon 01 43,8%

Prabowo dan Fadli Zon mencoblos di Bojongkoneng, Hambalang, Bogor

Jakarta, Swamedium.com — Direktur Executive Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi menyampaikan hasil exit poll Pilpres 2019. Hasilnya Prabowo-Sandi unggul dengan 54,4 persen.

Sementara Jokowi-Maruf hanya memperoleh 43,8 persen. Sementara yang tidak memberikan jawaban sebanyak 1,8 persen.

Exit Poll dimulai sejak pukul 07.00 Pagi (WIT,WITG,WIB) hingga pukul 09.00 pagi .

Metodelogi Yang Digunakan adalah multi stage random sampling dengan mengunakan TPS Yang Jadi pengamatan sebanyak 5475 TPS Dari 810329 TPS Di 34 Provinsi di 492 Kabupaten /Kota Yang tertimbang secara proposional dengan jumlah TPS disetiap Kota.

Setiap TPS diambil dua sample Pemilih Yang Baru keluar Dari TPS dengan jenis kelamin 1 laki laki Dan 1 perempuan.

Sehingga Yang ikut serta dalam exit poll ini sebanyak 10950 Pemilih.

Hasil Exit Poll ini memiliki Margin of Error kurang lebih(+/- ) 1,32% dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Exit Poll adalah survei yang dilakukan terhadap pemilih. Bila Quick Count dilakukan semata-mata untuk penghitungan hasil pemilu secara cepat, maka Exit Poll memiliki 3 fungsi sekaligus, yakni:

1) memprediksi perolehan suara dalam pemilu,

2) mampu memetakan pola dukungan pemilih terhadap partai, capres maupun isu nya, serta

3) mampu memberikan kontribusi yang luas bagi kebutuhan penelitian akademis. Exit Poll dilakukan pada saat proses pemilihan di TPS masih berlangsung dan begitu penghitungan di TPS hendak dilakukan, Exit Poll sudah selesai dilakukan. Obyek amatan: Untuk Quick Count obyeknya adalah TPS, sedangkan Exit Poll adalah pemilih. untuk Exit Poll di setiap TPS diseleksi 2 pemilih secara random.

Untuk Jenis Kelamin Yang menjawab pertanyaan Exit Poll Yang dilakukan ini sebanyak 49,7 persen wanita ,sebanyak 50,3 persen laki laki.

Pages: 1 2

Related posts

3 Comments

  1. Anonim

    Tadi kepasar iseng iseng nanya si ibu pedagang buah

    *Saya* : bu,kalo 7okowi kepilih lagi nanti pengangguran bakal digaji loh.. (membuka percakapan sambil memilih buah)

    *Ibu pedagang* : orang belo’on aja bang yang masih percaya ama janji dia mah.. (ngomong sambil nge’gas)

    *Saya* : loh emang ibu ga percaya? (penasaran)

    *Ibu pedagang* : bang, walaupun pendidikan saya cuma tamatan smp tapi saya punya pikiran..

    Saya :maksudnya ?(makin penasaran)

    Ibu pedagang : kalo bener pengagguran digaji, pasti semua orang mendingan pilih nganggur daripada kerja…Petani nganggur, pedagang nganggur, supir nanggur, buruh pabrik nganggur..terus nanti bahan buat makan dapat drimana kalo semua nganggur?? Jangan jangan nganggur sambil tidur ,nanti dihitung masuk jam lembur.. (sambil tertawa kecil)

    *Saya : (menahan ketawa)… Oohh begitu ya bu..

    *Ibu pedagang : janji g usah yang aneh aneh lah bang,, harga terjangkau,sembako, listrik, bbm murah aja rakyat mah udah senang,,g usah banggain tol,, saya aja g pernah lewat tol. tapi naggung bayar hutangnya..malah orang2 kaya berduit yg menikmati fasilitas tol..

    Saya: bener juga ya bu..(berusaha percaya)

    *Ibu pedagang :saya pedagang paling ngerasain bang, pembangunan bukan buat rakyat tapi buat konglomerat, saudara saya bnyak dagangnya digusur di jalur pantura, jalannya dibuat tol.. Setelah tol jadi mereka buat rest area tapi bukan buat kami tapi buat swlayan, mini market dan toko besar yg punya orang berduit.. Lagi lagi rakyat kecil seperti saya yang jadi korban..

    *Saya* :yang sabar ya bu.. (sambil menenangkan)

    Ibu pedagang: boleh saja buat pembangunan tapi pikirkan juga kami rakyat kecil nyari makan bagaimana?

    Saya : terus contoh pembangunan sperti apa emang yg ibu ingingkan??

    Ibu pedagang :Contohnya seperti pak anis, beliau membangun tapi tetep menyiapkan tempat untuk pedagang kecil seperti kami. Namun 7okowi membangun tanpa memikirkan penghasilan kami.. Katanya merkayat.. Tapi saya ngrasain paling susah ya cuma dijaman ini..

    *Saya* : oh begitu.. .. Ni saya beli buahnya sekilo.. Terimkasih kasih ya bu..
    (disepanjang jalan sambil berfikir, mungkin si ibu ini ga pernah lihat sosmed jadi tidak gampang terpengaruh dengan semua janji dan perkataan orang atau pasukan kecebong tentang keberhasilan 7okowi.. Karena si ibu berbicara fakta yg dia rasakan ..salut juga seorang ibu pedagang yang lulusan smp punya pikiran luas dan berfikir jauh dibanding kecebong lulusan sarjana tetapi menutup mata dan hati malah seakan acuh tehadap orang kecil disekitarnya)
    semoga esok ada perubahan…. Ya perubahan pemerintah yang “tulus” mencintai rakyatnya.. Bukan skedar kata dan selogan saja “merakyat”

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.