Selasa, 20 Oktober 2020

Hikmah Robohnya Akun-akun Kami, Jangan Memilih Presiden Minim Literasi

Hikmah Robohnya Akun-akun Kami, Jangan Memilih Presiden Minim Literasi

Calon Presiden nomor urut 02, Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto

Jakarta, Swamedium.com — Tengah malam, hari Rabu di awal tanggal 17 April ini, saya buka Fb untuk mengecek akun yang selama 3 bulan belakangan telah disuspen tiga kali 30 hari berturut-turut. Semuanya karena tulisan yang telah saya unggah sekitar 2 hingga 3 tahun lalu, dinilai tidak memenuhi standar komunitas Fb. Aneh memang, mereka mempermasalahkan status yg telah mendigital selama bertahun. Tapi itulah kenyataannya.

Dan malam ini, ketika membuka akun tersebut langsung saya dapati ada notif dari Fb bertuliskan ‘Your account has been DISABLED’. Artinya akun Agi Betha sudah dihanguskan, bukan lagi disuspen. Telah dialmarhumkan.

Saya terpana. Betapa ngeri pemerintahan ini! Memang Fb yang menghanguskan. Tapi tanpa perlu penelaahan yang pandai, tentu saya paham bahwa ada campur tangan otoritas kebijakan pemerintahan di keputusan tersebut. Mereka nabok nyilih tangan. Menusuk dengan pisau orang lain. Menjadi vampir tanpa perlu mulutnya meneteskan darah.

Ini bukti bahwa Rezim dijalankan oleh Pemimpin yg phobia literasi. Mereka jalankan negara ini berdasarkan sistem politik Anti Kritik. Buktinya mereka jawab tulisan saya dengan pembunuhan.

Mereka yg memuja dunia digital itu, ternyata sesungguhnya hidup di jaman sangat kuno. Pra analog. Pura-pura berjualan Mobile Legend agar dapat simpati dari pemilih millenials, sambil mereka matikan kemampuan literasi rakyat yang harusnya jadi contoh bahasa intelektual kaum muda harapan bangsa.

Dikiranya perang dialog antar negara di panggung lembaga-lembaga dunia, dapat dimenangkan oleh millenial operator Mobile Legend. Mereka tidak tau bahwa kemampuan literasi, menulis kalimat-kalimat argumentatif di atas papers, dan keahlian orang muda dalam mengolah diksi, adalah syarat intellectualism yang sebenarnya.

Rezim lebih memilih membunuh ketimbang berdiskusi. Mereka langsung mematikan karya, bukan lagi menahan tulisan atau menjawab dengan elegan.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.