Selasa, 27 Oktober 2020

TPS Ditambah, Parpol dan Capres Babak Belur

TPS Ditambah, Parpol dan Capres Babak Belur

Pekanbaru, Swamedium com — Penambahan TPS di setiap lokasi, membuat babak belur parpol dan capres cawapres. Penambahan TPS berarti penambahan saksi dan anggaran saksi. Padahal jauh hari mereka sudah menganggarkan uang saksi sesuai jumlah TPS yang dirilis sebelumnya oleh KPU.

Yang terjadi seperti di komplek rumah saya. Pada waktu Pilgub Riau 2018, hanya ada satu TPS. Semarang TPS ditambah satu lagi, TPS 068 dan TPS 025.

Untuk saksi di TPS saya, TPS 068, dari 16 parpol, ditambah dua pasang capres cawapres, mestinya jumlah saksi di sana 18 orang. Tapi yang saya lihat jumlah saksi hanya ada 7 orang. Tidak diketahui mereka saksi parpol apa dan saksi capres siapa.

Saya yakin kondisi ini hampir sama terjadi. Karena pertambahan TPS ini menurut informasi untuk meminimalisir waktu yang terpakai saat pencoblosan. Jadi untuk satu TPS jumlah pemilih tak boleh lebih dari 300 orang. Kalau DPTnya lebih 300 orang, maka ditambah satu TPS lagi. Jadi sekarang ini satu TPS tidak diketemukan lagi jumlah pemilih 300 orang atau lebih, seperti TPS 068 jumlah pemilih hanya 205 orang.

Dampak minimnya saksi di setiap TPS jelas bakal merugikan Parpol dan Tim Capres itu sendiri. Mereka tidak bisa tandatangan tanda setuju hasil di TPS itu. Mereka juga tidak mendapatkan form C1 hasil pemilihan di TPS tersebut. Padahal form ini sangat penting dimiliki untuk bersengketa di MK.

Tapi inilah Pemilu kita saat ini. Pemilu yang menyelenggarakan serentak pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Semoga kekurangan saksi di TPS ini tidak menjadikan petugas KPPS dan KPU untuk berbuat curang.*

Pekanbaru, 17 April 2019

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.