Kamis, 24 September 2020

Prabowo-Sandi Menang 60%

Prabowo-Sandi Menang 60%

Jakarta, Swamedium.com — Pilpres 2019, Jakarta tenang. Sepih. Tidak ada preman baju kotak-kotak merusuh. Di setiap TPS hanya ada seorang polisi. Ngga ada tentara dan laskar-laskar penjaga TPS. Semuanya berjalan smooth.

Pukul 11.00, Exit Poll mulai muncul. Semuanya menangkan Prabowo-Sandi.

Siangnya, saya putuskan bergerak ke Kemang Village. “Rabu-Biru” terakhir digelar di sana. Andi dan Nur Liea ikut.

Tiba-tiba, seorang taipan menelepon. Dia bilang, “Elo dikerjain. Saksi-saksi di daerah sudah diguyur. Media dikuasai. Ntar hasil Quick Count dirilis dengan angka 58:42. Paslon 01 menang.”

Saya kira dia bercanda. Pukul 03 sore, Litbang Kompas, Indobarometer, SMRC, Indikator, Charta Politika, dan Poltracking rilis Quick Count. Selisih angkanya sekitar 10%. Si Taipan benar.

Jangan lupa, semua pabrik polling itu pernah diundang makan siang di istana. Sejak itu, mereka lebih banyak berperan sebagai opini-maker.

Hanya CSIS yang menghasilkan angka 64.5% banding 43% untuk kemenangan Paslon Prabowo Sandi.

Shock. Saya banting stir. Ga jadi ke Kemang Village. Putar arah ke Kertanegara 4. Pas, Komandan Don Dasco tiba di lokasi.

Di dalam kediaman Pa Prabowo sudah ada begitu banyak tokoh; Amien Rais, Rahmawati Sukarnoputeri, Jenderal Joko Santoso, Suryo Prabowo, Rizal Ramli, Priyo, Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, Mpok Nur, Ustad Sambo, Said Iqbal, Erwin Aksa, Putra Jaya, Neno Warisman, Mulan Jamila dan lain-lain.

Semuanya bahas soal Quick Count yang dirilis pabrik-pabrik polling tadi. Media Sosial terpukul. Moral cyber fighter, saksi dan relawan TPS goyang. This is a psywar. Mereka ingin menciptakan kemenangan semu.

Stasiun televisi berulang-ulang umumkan hasil Quick Count itu. Debat digelar. Jokower eforia. Cyber oposisi gundah. Merunduk. Moral nyaris ambruk. Anehnya, mereka tidak bahas hasil survei CSIS.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.