Friday, 19 July 2019

Mantan Petugas Input Data Bongkar Kecurangan di KPU

Mantan Petugas Input Data Bongkar Kecurangan di KPU

Foto: Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Jakarta, Swamedium.com — Seorang warganet pengguna Facebook, Fahri Ismael mengungkapkan adanya dugaan kesengajaan atau kecurangan yang dilakukan oleh KPU dalam hal ini petugas entri data melalui status yang diunggah ke Facebook, Jumat (19/4/2019).

Fahri yang mengaku pernah menjadi petugas entri data KPU pada Pemilu 2004 itu menepis pernyataan Ketua KPU, Arief Budiman yang mengatakan kesalahan input data akibat human error. Sebab, menurut Fahri, jika terjadi kesalahan entri data atau selisih data maka sistem akan terkunci dan tidak bisa mengirim ke ke IT Center KPU.

Penjelasan selengkapnya dari Fahri Ismael sebagai berikut:

Ketua KPU angkat bicara tentang kesalahan entry data hasil penghitungan suara (Situng) KPU di beberapa daerah, sebut saja di Dumai, Riau, hasil scan Plano C1 menunjukkan perolehan suara Prabowo Sandi 141, tetapi perolehan suara di Situng KPU atau Real Count KPU diinput 41 suara. Orang terlambat bijak akan berkata “jangan buruksangka pada KPU, itu kesalahan input saja, 141 diinput 41, itu manusiawi”.

Saya pernah bertugas sebagai petugas entry data pemilu 2004, yang mana Sistem Penghitungan (Situng) KPU pertama kali digunakan pada Pileg 5 April 2004. Kami berempat ditugasi di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara untuk Pileg 2004, dan di Kecamatan Panei Tongah untuk putaran I Pilpres 2004. Saat itu Ketua KPU RI Anas Urbaningrum, Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution.

Tahukah kalian bahwa aplikasi Situng KPU itu tidak memungkinkan bisa kirim data ke IT Center KPU jika ada kesalahan input atau human error. Salah input jumlah suara paslon tertentu berarti selisih terhadap jumlah surat suara yang digunakan atau selisih terhadap jumlah surat suara sah, jika ada selisih data tsb maka sistem memberikan alert “selisih” dan mengunci tombol “kirim” , jika ini terjadi maka user harus check and balancing data C1 agar data balance dan bisa dikirim ke IT Center KPU Pusat di Jakarta. Data yang diinput bukan saja hasil perolehan suara Paslon 01 dan 02 tetapi data jumlah pemilih (DPT, DPTp,DPTb), data jumlah surat suara yang diterima, yang dikembalikan, yang digunakan, data jumlah suara sah dan tidak sah. Data harus diinput manual pada setiap pos atau kolom pada sistem aplikasi Situng KPU, dan harus balance untuk bisa dikirim ke IT Center KPU di DKI Jakarta. Jika perolehan 141 suara diinput 41 suara maka akan muncul dalam sistem ” -100″, dan data tidak bisa dikirim, kecuali jika jumlah surat suara sah dikurangi 100 juga atau jumlah surat suara tidak sah dikurangi 100 juga. Apakah mungkin bisa melakukan kesalahan dikolom yg berbeda pada jumlah nilai kesalahan yang sama. Perlu dicek juga bahwa jika terjadi penambahan suara paslon tertentu dan pengurangan pada paslon lawan dgn nilai yang sama sehingga data menjadi balance, ini adalah kesengajaan dan petugas entry harus di pidana.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (4)

4 Comments

  1. Anonymous

    Kasihan sekali pemilih yg sudah berpartidipasi dikhianati …kstanya jsngan golput …udah nyoblos ..mslsh suaranya direbut oleh gol yg berambisi banget ….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (4)