Friday, 19 July 2019

Penguasa Zalim Takut dengan People Power

Penguasa Zalim Takut dengan People Power

Ratusan ribu massa hadiri kampanye Prabowo di Padang.

Jakarta, Swamedium.com — Pengerahan pasukan Brimob dari berbagai daerah ke Jakarta pasca Pemilu 2019, tidak akan membuat rakyat takut dalam melawan penguasa zalim. Sebaliknya akan menguatkan dan mengokohkan tekad rakyat untuk membongkar segala bentuk kecurangan Pemilu di berbagai daerah di Indonesia.

Sesungguhnya saat ini kekuatan rakyat (people power) sudah berjalan secara serentak di berbagai daerah di Tanah Air . Aksi emak-emak dan para relawan yang mengawasi jalannnya penghitungan suara mulai dari TPS hingga sekarang di tingkat kecamatan, menunjukkan besarnya kekuatan rakyat dalam proses Pemilu kali ini. Sebelumnya belum pernah keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pengawasan penghitungan suara dalam Pemilu. Masyarakat rela menjaga dan mengawasi proses penghitungan kartu suara mereka hingga larut malam secara bergantian.

Besarnya antusiasme masyarakat untuk mengawasi jalannya pemilu kali ini karena adanya ketidakpercayaan terhadap penyelenggara Pemilu. Berbagai praktek kecurangan dalam Pemilu 2019 terjadi secara terstruktur, sistematis dan massif.

Kecurangan terjadi secara terstruktur, dikomando dari istana dan dieksekusi sampai level TPS, hingga input suara di KPU. Kecurangan Pemilu 2019 dilakukan secara sistematis, dengan penggiringan opini sebelum dan sesudah pilpres melalui lembaga survei komersial dan televisi, sehingga kemudian terjadi penyesuaian angka-angka hasil survei, quick count dan input suara di KPU.

Kecurangan tersebut berlangsung secara massif, terjadi di seluruh daerah dan luar negeri dengan melibatkan kepala daerah, polri, perangkat KPU, BIN, dll. Wajar jika sebagian kalangan menyebut pemilu kali ini sebagai Pemilu Brutal.

Praktek kecurangan dalam Pemilu Brutal ini dapat merubah suara secara signifikan. Banyak kasus terjadi penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT) di daerah basis Paslon 01 seperti di Jateng, Papua dan Bali. Selain itu banyak warga yg tidak dapat memilih karena kehabisan kertas suara, banyak surat suara yang sudah dicoblos sebelum pelaksanan Pilpres dan Pemilu serentak tanggal 17 April 2019. Juga banyak penggelembungan dan penyunatan suara dalam input suara di server KPU.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)